Lompat ke konten
Kategori Home » Arsitektur » Halaman 8

Arsitektur

Perubahan iklim Kota

Kota dapat menyebabkan terjadinya perubahan iklim lokal akibat adanya struktur fisik dari kota, pemakaian artifisial energi, polusi udara, serta reaksi dari elemen-elemen iklim (angin, sinar matahari, dan sebagainya) terhadap permukaan urban. Perubahan iklim ini menyebabkan iklim kota menjadi sangat berbeda dengan iklim perdesaan di sekitamya. Sementara di negara maju polutan udara tradisional di kota-kota dimonitor secara berkala, di negara sedang berkembang sangat jarang hal itu dilakukan, sehingga sangat sedikit data tentang kecenderungan polusi yang terjadi setiap saat.

Selengkapnya »Perubahan iklim Kota

Polusi Udara Global

Telah lama diketahui bahwa polusi udara di daerah urban dapat mempunyai efek terhadap lingkungan lokal, regional dan bahkan lingkungan secara global. Kerusakan lapisan ozon dan pemanasan global (sering disebut’efek rumah hijau’) dianggap sebagai ancaman utama terhadap keberlanjutan proses alamiah dalam skala global. Kota mempunyai peran penting dalam mengurangi terjadinya kerusakan lapisan ozon dan pemanasan global.

Selengkapnya »Polusi Udara Global

Polusi Udara Ruang Dalam

Permasalahan polusi udara kota tidak dapat dilepaskan dari polusi udara di dalam bangunan, karena kualitas udara ruang dalam berkaitan dengan atmosfer luar. Polusi udara di dalam bangunan mempunyai kontribusi terhadap polusi udara di kota. Konsentrasi polutan di Iingkungan ruang dalam, seperti NO2, CO dan VOC, diyakini dapat   beberapa   kali   lebih   tinggi   daripada   konsentrasi   polutan   di   luar ruangan (Bridgman, Warner dan Dodson, 1995). Jadi sebenarnya polusi ruang dalam bisa lebih buruk daripada polusi ruang luar.

Selengkapnya »Polusi Udara Ruang Dalam

Polusi udara

Keinginan manusia untuk hidup dan bekerja di dalam kota telah menciptakan perubahan kualitas atmosfer urban. Berbagai bentuk polusi udara timbul akibat adanya kegiatan urban, atau kegiatan yang mensuplai kebutuhan kota, seperti pembangkit tenaga  listrik.  Dibawah  kondisi  cuaca  tertentu,  polusi  udara  dapat mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan dan kesejahteraan manusia, merusak bangunan, serta merusak atau mematikan tanaman.

Selengkapnya »Polusi udara

Tantangan Pembangunan Kota yang Berkelanjutan

Diskusi tentang urbanisasi, perkembangan kota, serta pembangunan kota yang berkelanjutan di atas menegaskan betapa banyak alasan sekaligus tantangan untuk mengembangkan kota yang berkelanjutan. Dengan perkembangan urbanisasi di seluruh bagian dunia, tekanan terhadap lingkungan kota akan semakin berat dan kompieks, sehingga pendekatan-pendekatan pembangunan kota tidak lagi dapat menekankan  pada  pendekatan  tradisional  yang  hanya  melihat  aspek  ekonomi semata. Seirama dengan meningkatnya dimensi dan kompleksitas perkembangan kota, perencana kota dituntut untuk lebih melihat banyak dimensi kota yang selama ini terabaikan, antara lain dimensi lingkungan atau ekologuis kota.

Selengkapnya »Tantangan Pembangunan Kota yang Berkelanjutan

Konsepsi Kota yang Berkelanjutan

Konsepsi   tentang   pembangunan   kota   yang   berkelanjutan   merupakan penjabaran   lebih   lanjut   dari   konsepsi-konsepsi   pembangunan   berkelanjutan sebagaimana telah di bahas di atas. Kota yang berkelanjutan atau sustainable cities, didasari oleh pemikiran bahwa lingkungan kota mempunyai andil yang sangat besar bagi lingkungan dalam skala yang lebih luas. Lebih lanjut, oleh karena sebagian besar penduduk dunia akan tinggal di daerah perkotaan, ide-ide pembangunan yang berkelanjutan sudah sewajarnya diterapkan pula di lingkungan kota.

Selengkapnya »Konsepsi Kota yang Berkelanjutan

Konsepsi Pembangunan yang Berkelanjutan

Konsepsi pembangunan berkelanjutan mulai populer dengan diterbitkannya laporan berjudul “Hari Depan Kita Bersama” (Our Common Future) pada tahun 1987. Dalam banyak tulisan, definisi pembangunan yang berkelanjutan yang secara umum dapat diterima adalah “Sustainable development is defined as development that meet the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs” (World Commission on Environment and Development, 1987). Atau pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan hari ini tanpa  mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan  mereka.

Selengkapnya »Konsepsi Pembangunan yang Berkelanjutan

Ekologi Kota Sebagai Lingkungan Terbangun

Ekologi (istilah yang pertama kali dikenalkan oleh Haeckel di tahun 1869) didefinisikan sebagai studi tentang interaksi antara organisma, populasi, dan spesies bioloqi (termasuk manusia) dengan lingkungan hidupnya; perubahan komposisi dari spesies, dan aliran energi di dalam kelompok-kelompok spesies (ekosistem) (Yang, 1995). Interaksi antara lingkungan biologi dan fisik membentuk sebuah unit spasial yang disebut ekosistem.

Selengkapnya »Ekologi Kota Sebagai Lingkungan Terbangun

Ekologi Kota

Sebuah kota berisi organisma, baik populasi manusia maupun binatang dan tumbuhan,   yang   saling   berhubungan   secara   kompleks.   Beberapa   penulis menyebutnya sebagai ekosistem kota, yang didalamnya terjadi pergerakan atau aliran energi dan material untuk proses kehidupan.

Selengkapnya »Ekologi Kota