Lompat ke konten
Kategori Home » Arsitektur » Halaman 3

Arsitektur

Pemrograman model Farbstein

Dasar-dasar pemrograman Model Farbstein

Farbstein melakukan proses pemrograman melalui 5 (lima) tahap, yang setiap tahapnya merupakan kegiatan dengan selalu mempertimbangkan data-data utama maupun penunjang serta mengutamakan pertimbangan dan kepentngan klien (pemilik maupun pengguna).

Selengkapnya »Pemrograman model Farbstein

Penggolongan Limbah Menurut Sumbernya

Limbah didefinisikan sebagai bahan yang tidak diinginkan dan tidak dapat digunakan dan dianggap sebagai zat yang tidak berguna. Sampah terutama dianggap sebagai limbah padat yang mencakup limbah dari rumah kita (limbah domestik), limbah dari sekolah, kantor, dll (limbah kota) dan limbah dari industri dan pabrik (limbah industri). Sumber limbah secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis: Industri, Komersial, Domestik, dan Pertanian.

Selengkapnya »Penggolongan Limbah Menurut Sumbernya

Penyiapan Kayu Sebagai Bahan Bangunan

Kayu sebagi bahan bngunan biologis, memiliki perilaku sebagaimana telah ditunjukkan pada sifat kimiawi, fisikalis dan mekanis. Secara kimiawi bahan kayu mengandung unsur pembentuk kayu yang menjadi bahan makanan bagi binatang/insekta. Sementara dari perilaku fisikalis dapat diketahui perilaku perubahan bentuk akan sangat erat berkaitan dengan faktor kembang susut dari kayunya. Begitu juga kekuatan kayu akan dapat mengalam perubahan; penurunan pada waktu kelembaban kayu mengalami perubahan, terutama naiknya kandungan kelembaban.

Selengkapnya »Penyiapan Kayu Sebagai Bahan Bangunan

Definisi Pengukuran

Pengukuran adalah tindakan menentukan ukuran, panjang, berat, kapasitas, atau aspek lain . Ada sejumlah istilah yang mirip dengan ukuran tetapi itu berbeda sesuai dengan tujuannya (seperti berat, hitung & kuantifikasi). Secara umum, pengukuran dapat dipahami sebagai satu tindakan dalam istilah instrumentasi.

Selengkapnya »Definisi Pengukuran

Metoda Person Centered Map

Metoda person centered map menekankan pada pergerakan manusia pada periode waktu tertentu, di mana teknik ini berkaitan dengan tidak hanya satu tempat atau lokasi, akan tetapi beberapa tempat/ lokasi. Pada place center mapping, peneiiti berhadapan dengan banyak manusia, sedangkan pada person centered mapping peneliti berhadapan dengan seseorang atau kelompok manusia yang khusus diamati.

Selengkapnya »Metoda Person Centered Map

Adaptasi dan Tekanan Lingkungan

Ahli psikologi pertama yang mencoba membuat konsep hubungan manusia dan lingkungan adalah Lewin (1951). Lewin memformulasikan lingkungan dengan persamaan sebagai berikut, B=f (P,E) yang bermakna, B/ Behavior (perilaku) adalah fungsi dari P/ Person (manusia) dan E/ Environment (lingkungan). Lawton dan Nahemow (1973) mencoba untumengembangkan hubungan ini lebih jauh dengan melihat terminologi person sebagai sebuah kompetensi dalam domain biologis, fungsi sensorik, kemampuan kognitif dan kekuatan ego.

Selengkapnya »Adaptasi dan Tekanan Lingkungan

Teori Adaptasi Lingkungan

Menurut teori adaptasi, manusia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, walaupun lingkungannya berubah-ubah. Namun ada orang yang mudah menyesuaikan diri dan ada yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan. Menurut Bell dalam Sarwono (1991) manusia memiliki mekanisme adaptasi terhadap lingkungan yaitu : adaptation by adjustment, adaptation by reaction, adaptation by withdrawl.

Selengkapnya »Teori Adaptasi Lingkungan

Pemahaman Tentang Fenomena Perilaku

Pengkajian lingkungan perilaku dalam arsitektur meliputi kajian hubungan antara lingkungan dan manusia dan penerapannya dalam proses perancangan. Beberapa hal yang terkandung dalam kajian tersebut adalah interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam skala mikro, meso dan makro. Interaksi yang dimaksud akan menjangkau faktor psikologis baik yang eksplisit (kasat mata/ tangible) dapat maupun yang implisit (tidak kasat mata).

Selengkapnya »Pemahaman Tentang Fenomena Perilaku