Lompat ke konten
Kategori Home » Metabolit Sekunder

Metabolit Sekunder

Pengaruh Antibiotika terhadap Biosintesis Metabolit Sekunder

  • oleh

Ada  beberapa  laporan  bahwa  antibiotika,  termasuk  senyawa  yang menghambat biosintesis asam amino, sehingga akan mengubah pola biosintesis metabolit  sekunder  dalam  kultur  sel  tumbuhan.  Sebagai  contoh,  misalnya streptomisin sutfat yang menghambat biosintesis protein dapat meningkatkan biosintesis naftokinon dalam kalus LJthospermum erythrorhizon.

Selengkapnya »Pengaruh Antibiotika terhadap Biosintesis Metabolit Sekunder

Pengaruh penghawaan (aerasi) terhadap produksi metabolit sekunder

  • oleh

Komposisi metabolit sekunder dalam kultur suspensi sel dipengaruhi oleh pemberian oksigen, tetapi sangat sedikit publikasi mengenai ‘stress’ oksigen terhadap produksi metabolit sekunder. Dalam bidang lain , yaitu pada produksi metabolit sekunder oleh khamir pada kondisi kekurangan oksigen (anaerobik) telah dirangkum dalam berbagai laporan.

Selengkapnya »Pengaruh penghawaan (aerasi) terhadap produksi metabolit sekunder

Pengaruh Pencahayaan Terhadap Biosintesis Metabolit Sekunder

  • oleh

Cahaya   jelas   ada   pengaruhnya   terhadap   pertumbuhan   dan perkembangan   set   dalam   kultur,   juga   termasuk   pembentukan   metabolit sekunder.  Sebagai  contoh,  dalam  pembentukan  antosianin  pada  kultur  sel Haplopappus gracilis akan dipengaruhi oleh cahaya biru. Contoh lain, yaitu pembentukan antosianin dalam kultur sel Catharanthus roseus dan Populus sp. akan dipengaruhi oleh cahaya putih. Sebaliknya pembentukan 1,4-naftokinon dalam kultur sel LJthospermum erythrorhizon akan dihambat total oleh cahaya biru maupun putih (Dicosmo dan Towers, 1984).

Selengkapnya »Pengaruh Pencahayaan Terhadap Biosintesis Metabolit Sekunder

Pengaruh fitohormon pada biosintesis fitokimia

  • oleh

Berdasarkan penelitian terdahulu temyata bahwa biosintesis metabolit sekuder meningkat bila sel mengalami diferensiasi atau organogenesis. Dalam budidaya set tumbuhan ada dua tipe fitohormon yang di gunakan, yaitu auksin dan sitokinin. Sebagai contoh auksin yang paling banyak digunakan adalah 2,4D, sedangkan anggota lainya IAA, IBA, NAA. Sebagai contoh sitokinin, misalnya kinetin dan BA (bensiladenina) yang kadang-kadang digunakan untuk mempercepat pertumbuhan sel. Banyak penelitian yang mempelajari pengaaih kedua tipe fitohormon tersebut terhadap biosintesis metabolit sekuder. Secara umum, telah diketahui bahwa IAA dan BA dapat menaikkan aktivitas enzim RNAase sehingga tingkat pembentukan RNA menurun dan ini berpengaruh terhadap pembentukan metabolit sekuder.

Selengkapnya »Pengaruh fitohormon pada biosintesis fitokimia

Pengaruh mineral selain nitrat dan fosfat dalam biosintesisi metabolit Sekunder

  • oleh

Sangat sedikit penelitian yang mempelajari pengaaih mineral selain nitrat dan  fosfat  terhadap  biosintesis  metabolit  sekunder.  Namun  demikian,  ada beberapa contoh yang dapat dikemukakan di sini, misalnya produksi alkaloid dalam kultur sel Argyreia nervosa menaik apabila kadar ion kaiium dtturunkan. Seperti diketahui bahwa biosintesis glutation memerlukan ion magnesium dan distimulasi oleh ion kaiium.

Selengkapnya »Pengaruh mineral selain nitrat dan fosfat dalam biosintesisi metabolit Sekunder

Pengaruh Stress Nitrogen pada Sintesis Fotokimia

  • oleh

Dalam media baku pada kultur sel tumbuhan sebagai sumber nitrogen digunakan kalium nitrat dan amonium nitrat. Namun demikian, beberapa kultur sel tidak tahan terhadap kadar amonium yang berlebihan. Sebagai contoh, dilaporkan oleh Dicosmo dan Towers (1984) bahwa biosintesis 1,4-naftokinon ditingkatkan bila kadar nitrogen total dinaikkan dari 67 sampai 104 mM dalam kultur sel Uthospermum erythrorhizon.

Selengkapnya »Pengaruh Stress Nitrogen pada Sintesis Fotokimia

Pengaruh Stress karbohidrat terhadap sintesis fitokimia

  • oleh

Dalam kultur sel sumber karbon utama berupa sukrosa dengan kadar 2-3 %. Selain sukrosa, juga digunakan glukosa, fruktosa, galaktosa, dan laktosa sebagai sumber karbon yang lain. Dengan membuat variasi kadar sukrosa diluar kisaran tersebut dapat diperkirakan akan menimbulkan ‘ stress’ pada biosintesis metabolit  sekunder,  di  sini  juga  akan  terjadi  perubahan  tekanan  osmosis. Sebagai contoh dapat dikemukakan hasil penelitian Zenk dkk.(1977) bahwa pada variasi kadar sukrosa akan mengakibatkan naik-turun pertumbuhan sel pada kultur sel Catharanthus roseus. Contoh yang lain, penelitian yang dilaporkan oleh Knoblock dkk. (1984) bahwa kenaikan kadar sukrosa 4-10% akan menaikkan produksi antosianin dan alkaloid indol pada kultur suspensi sel Catharanthus roseus. Kemudian dilaporkan oleh Tal dkk. (1982) bahwa pemberian sukrosa 1,5 % pada kultur sel Dioscorea deltoidea akan menaikkan kadar diosgenin paling tinggi bila dibandingkan dengan pemberian fruktosa, galaktosa, laktosa, atau larutan amilum pada media.

Selengkapnya »Pengaruh Stress karbohidrat terhadap sintesis fitokimia