Lompat ke konten
Kategori Home » Sosial Politik » Halaman 13

Sosial Politik

TEORI NEGARA

Teorisasi politik selalu mengalami pergeseran dalam dimensi dikotomik negara dan masyarakat. Pada tahun 1950-an , kegiatan teorisasi dan penelitian ilmuwan politik, lebih memfokuskan analisis di sisi masyarakat (society centric) . Pada masa-masa itu, ilmuwan politik dengan antusias dan optimistik berharap melihat masyarakat baru itu sebagai pembuktian keampuhan the idea of progress” yang telah merubah wajah Eropa Barat dan Amerika Utara dua abad sebelumnya.

Selengkapnya »TEORI NEGARA

PROTECTIVE DEMOCRACY

Salah satu warisan penting pengalaman demokrasi pada periode Athena adalah gagasan tentang kewarganegaraan. Gagasan ini percaya setiap individu dapat menjadi warganegara yang terlibat aktif dalam kehidupan kenegaraan, tidak sebatas menjadi obyek perintah para penguasa. Sayangnya di abad pertengahan gagasan kewarganegaraan kalah bersaing dengan gagasan nonsekular homo credens yang sangat dipengaruhi tradisi berpikir agama Kristen.

Selengkapnya »PROTECTIVE DEMOCRACY

Pembangunan Sebagai Masalah

Pembangunan selalu dikaitkan dengan cita cita yang optimis yaitu adanya perbaikan dari kualitas hidup masyarakat. Sehingga melaksanakan pembangunan adalah dalam rangka untuk mencapai peningkatan kualitas hidup masyarakat yang muaranya pada tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Selengkapnya »Pembangunan Sebagai Masalah

PENGARUH KOMUNIKASI MASSA

Pendekatan uses and gratification di atas mempersoalkan apa yang dilakukan orang pada media, yakni menggunakan media untuk pemuas kebutuhannya. Umumnya kita lebih tertarik bukan kepada apa yang kita lakukan pada media, tetapi kepada apa yang dilakukan media pada kita. Kita ingin tahu bukan untuk apa kita membaca surat kabar atau menonton televisi, tetapi bagaimana surat kabar dan televisi menambah pengetahuan, mengubah sikap, atau menggerakkan perilaku kita. Inilah yang disebut sebagai efek komunikasi massa.

Selengkapnya »PENGARUH KOMUNIKASI MASSA

Teori-teori Liberal tentang Nasionalisme

Dalam perkembangan berturut-turut sebagai teori-teori politik, juga perwujudan nasionalisme yang kontradiktif baik sebagai kekuatan liberal maupun iliberal harus dipahami sebagai sejarah kehidupan yang paralel atau kohabitasi ketimbang degenerasi atau suksesi. Dapat dikemukakan bahwa sebagai suatu doktrin, nasionalisme liberal memiliki usia yang samatuanya dengan liberalisme itu sendiri.

Selengkapnya »Teori-teori Liberal tentang Nasionalisme