Lompat ke konten
Kategori Home » Artikel Terbaru

Artikel Terbaru

Sejarah Bibliotherapy

Selama berabad-abad, buku telah digunakan sebagai sumberdaya untuk membantu orang mengatasi masalahnya. Sebagai contoh, pada masa Thebes1 kuno, perpustakaan digambarkan sebagai “The Healing Place of The Soul”, tempat penyembuhan jiwa. Masyarakat Thebes kuno menghargai buku sebagai sebuah sumber untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Schrank dan Engels (1981) menyatakan bahwa praktik bibliotherapi dapat telusuri sampai masa Thebes kuno dan kemudian digunakan sebagai sumber bantuan untuk pengajaran dan penyembuhan.

Selengkapnya »Sejarah Bibliotherapy

Apa itu Bibliotherapy ?

Bibliotherapy telah dikenal dengan banyak nama, misalnya biblocounseling, biblioeducation, bibliopsychology, library therapeutic, biblioprophylaxis, tutorial group therapy, dan literatherapy (Rubin, 1978). Webster (1981) mendefinisikan bibliotherapy sebagai “guidance in the solution of personal  problems through directed reading.” Berry (1978) mendefinisikan bibliotherapy sebagai a family of techniques for structuring an interaction between a facilitator and a participant…based on mutual sharing of literature”.

Selengkapnya »Apa itu Bibliotherapy ?

3 Proses Asosiatif

Proses asosiatif adalah proses yang mengarah pada pengembangan atau pemeliharaan koneksi kognitif (asosiasi) antara peristiwa, perilaku, perasaan, pikiran . Ini mungkin hasil dari hubungan fungsional atau isyarat seperti kesamaan-kontras atau kedekatan spasial-temporal.

Selengkapnya »3 Proses Asosiatif

Paradigma Environmentalism

Sudah sejak lama para teoritisi yang berpengaruh pada arsitektur menghadirkan pandangan dan konsep-konsep tentang pentingnya menghadirkan kondisi lingkungan yang sehat, nyaman sebagai tujuan didalam perencanaan arsitektur. Teori yang memiliki kepedulian terhadap alam ini berfluktuasi dari yang simpatik, harmonik, berintegrasi sehingga menempatkan alam sebagai potensi untuk diekploitasi.

Selengkapnya »Paradigma Environmentalism