Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » Pertumbuhan dan Perkembangan pada Remaja

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Remaja

Masa remaja merupakan prime time di mana waktunya sangat singkat, vitalis, dan energinya tinggi. Selain itu masa ini merupakan masa peralihan seorang manusia dari masa anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi proses awal kematangan organ reproduksi manusia baik organ reproduksi primer maupun sekunder yang disebut dengan masa pubertas.

Pubertas sendiri berasal dari kata pubercere yang berarti menjadi matang yang ditandai dengan tumbuh nya rambut kemaluan (pubes) yang merupakan alat kelamin sekunder pada manusia. Pubertas adalah perubahan cepat pada kematangan fisik yang meliputi perubahan tubuh dan hormonal yang terutama terjadi selama masa remaja awal (Santrock, 2003). Pubertas adalah tanda yang paling penting dari dimulainya masa remaja.

Awal masa pubertas antara laki-laki dan perempuan tidak sama. Perempuan mengalami nya lebih cepat pada usia 11-12 tahun dibandingkan laki-laki yang baru mengalami masa awal pubertas nya pada usia 13-14 tahun. Batasan usia ini tidak mutlak karena adanya individual differences terkait dengan kondisi tubuh yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Ada individu yang mengalami masa pubertas nya lebih dini ada pula yang terlambat dari seharusnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya gizi, lingkungan sosial dan keluarga, teknologi, dan lain sebagainya.

Pada masa pubertas banyak terjadi perubahan pada diri remaja baik dari sisi fisik maupun psikis. Perubahan yang terjadi terkadang membuat remaja bingung ataupun bimbang dengan kondisi dirinya sendiri. Secara psikis pada masa remaja akan timbul banyak konflik karena mereka terjadi pergolakan emosi di dalam diri yang menyebabkan remaja mudah tersinggung, mulai berfikir secara irrasional, lebih banyak menghabiskan waktu dengan kelompok sebaya dan memiliki kebutuhan lebih untuk diterima dalam kelompok, dan lain sebagainya.

Hal ini sangat dilematik tidak hanya bagi remaja tetapi juga lingkungannya karena lingkungan tidak mampu memberikan predikat yang tepat bagi remaja. Saat remaja melakukan sesuatu yang dianggap kekanak-kanakan maka lingkungan akan menganggap nya dewasa dan kurang pantas melakukan hal tersebut, namun apabila remaja melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan oleh orang dewasa maka lingkungan akan menganggap mereka masih anak-anak dan belum waktunya untuk melakukan hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.