Lompat ke konten
Home » Arsitektur » Konsep Rancangan dan Estetika

Konsep Rancangan dan Estetika

  • oleh

Paradigma-paradigma kultur dalam konsep, rancangan dan estetika yang melatar belakangi masa-masa pre-modern sampai post-modern dapat diuraikan dalam tabel sebagai berikut : Konsep Rancangan Estetika

Pre-Modern Masih kental dalam tradisi kepercayaan dan religi. Penemuan-penemuan baru dan kebebasan individual tapi masih mengadaptasi terhadap problem-problem masa lalu. Kembali kepada inspirasi alamiah. Dimulai problem ledakan penduduk. Campuran gaya historis Perubahan berarti pada mode dan cara kebiasaan masyarakat. Penerapan pengetahuan dan teknologi Ekspresi pada bentuk-bentuk alamiah, anti-tesis terhadap penampilan geometris yang teratur. Pre-fabrikasi dimulai Logika konstruksi / struktur tersembunyi dibalik langgam ornamen. Menggabungkan material-material baru. Sintesa logam dan kaca, kayu dan penerapan ornamen serta konstruksi dalam inspirasi ilmiah yang menakjubkan. Penataan dan keindahan lingkungan. Modern Universal Kesederhanaan, kerapihan, ketelitian.

Perubahan sosial dan ekonomi Kesadaran akan penyesuaian alam dan lingkungan Fragmentalisme arsitektur Tanggap akan dinamika perubahan. Arsitektur adalah analogi biologis Meninggalkan asal daerah dan sejarah Pemanfaatan teknologi Memberi kenyamanan psikis disamping fisik Hubungan bangunan dan kegunaan, ketepatan material dan sistem konstruksi Elitisme profesi arsitektur Futuristik dan metabolistik Estetika arsitektur dan fungsi Cerminan bentuk teknik konstruksi, teknik ekonomi, utilitas dan komunikasi Arsitektur sebagai bahasa Keserba ragaman untuk menghilangkan kesan monoton yang dingin. Post-Modern Peka terhadap perubahan sejarah dan budaya Orientasi pada keberagaman pandangan dan tata nilai Melebih-lebihkan teknologi Pendekatan terhadap peubahan sejarah dan budaya Ruang-ruang dan bentuk sebagai bahasa dan sarana komunikasi Citra akan kesempurnaan teknologi Perpaduan antara kesatuan fungsi dan bentuk dalam komponen dan komposisi/unity Estetika mesin Estetika struktur konstruksi dan bahan.

Contoh kasus

Di Timur kultur Bali dengan perpaduan akal pikiran setempat dan kaidah-kaidah agama Hindu sangat dominan dalam arsitekturnya. Kaidah-kaidah tersebut secara substansi masih relevan untuk dikembangkan sampai sekarang. Kultur Jepang setiap kali memang terkena pengaruh-pengaruh asing dari luar akan tetapi setiap kali itu pulalah masyarakatnya merangkum dan mengadaptasi pengaruh-pengaruh tersebut sehingga terserap menjadi kebudayaan mereka sendiri. Sikap khas tersebut berpengaruh dalam arsitektur kontemporer Jepang. Prinsip-prinsip arsitektur Barat yang dipelopori di Eropa dan Amerika pada awal sampai pertengahan abad dua puluh telah dipinjam dan diserap sedemikian rupa oleh masyarakat Jepang sehingga memungkinkan adanya perkembangan dari berbagai macam dan langgam arsitektur dan juga teknologi modern yang sangat impresif dan revolusioner. Gagasan metabolis arsitek lahir dari empat arsitek dan seorang jurnalis dibidang arsitektur yaitu Kisho Kurokawa, Fumihiko Maki, Masato Otaka, Kiyonori Kikutake dan Noburo Kawazoe. Gagasan Futuris telah diejawantahkan dengan sedikit perubahan oleh Kiyonori Kikutake pada Expo 70 di Osaka dari Futuris Entertainment-tower karya Peter Cock untuk Montreal World Expo 1963.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.