Lompat ke konten
Kategori Home » Ekonomi » Halaman 26

Ekonomi

Penilaian Resiko Kredit Dan Penyaringan Para Langanan

Resiko kredit adalah resiko tidak terbayarnya kredit yang telah diberikan kepada para langganan kita. Sebelum perusahaan memutuskan untuk menyetujui permintaan atau penambahan kredit oleh para langganan perlulah kita mengadakan evaluasi resiko kredit dan para langganan tersebut. Untuk menilai resiko kredit, kredit manager harus memepertimbangkan berbagai faktor yang menentukan besar kecilnya kredit tersebut. Pada umumnya bank atau perusahaan dalam mengadakan penilaian resiko kredit adalah dengan memperhatikan 5 C.

Selengkapnya »Penilaian Resiko Kredit Dan Penyaringan Para Langanan

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Investasi Dalam Piutang

Dalam rangka usaha untuk memperbesar volume penjualannya kebanyakan perusahaan besar menjual produknya dengan kredit. Penjualan kredit tidak segera menghasilkan penerimaan kas, tetapi menimbulkan piutang langganan, dan barulah kemudian pada hari jatuhnya terjadi aliran kas masuk (cash inflow) yang berasal dari pengumpulan piutang tersebut. Dengan demikian maka piutang (receiveables) merupakan elemen modal kerja yang juga selalu dalam keadaan berputar secara terus-menerus dalam rantai perputaran modal kerja, yaitu: Kas > inventori > piutang>Kas. Dalam keadaan yang normal dan dimana penjualan pada umumnya dilakukan dengan kredit, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi daripada inventory, karena perputaran dari piutang ke kas membutuhkan satu langkah saja. Manajemen piutang terutama menyangkut masalah pengendalian jumlah piutang, pengendalian pemberian dan pengumpulan piutang, dan evaluasi terhadap politik kredit yang dijalankan oleh perusahaan.

Selengkapnya »Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Investasi Dalam Piutang

Pasar Monopolistik

Pasar monopolistik bercirikan penjual dan pembeli banyak, tetapi produk yang dihasilkan mempunyai differensiasi. Karena mempunyai kemampuan differensiasi, perusahaan bisa menetapkan harga produk, sehingga mempunyai kurva permintaan yang mempunyai slope miring  seperti  pada  pasar  monopoli,  tetapi  kemiringannya  lebih  mendatar.  Tidak  ada halangan masuk dan keluar. Contoh pasar tersebut adalah penjual makanan/restoran di pinggir jalan.  Ada  banyak  variasi makanan, dan masing-masing mempunyai  ciri  yang berbeda (penjual bakso, nasi goreng, sate, bakmi goreng, dsb).

Selengkapnya »Pasar Monopolistik

Pasar Monopoli

Pasar monopoli ditandai dengan banyak pembeli tetapi hanya satu penjual. Kekuatan monopoli bisa datang dari beberapa hal diantaranya adalah :

  • Skala ekonomi
  • Skope ekonomi
  • Komplementer dalam produksi
  • Peraturan: paten, copy rights
Selengkapnya »Pasar Monopoli

Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna ditandai dengan beberapa karakteristik berikut ini :

Ciri ciri Pasar Persaingan Sempurna :

a. pembeli dan penjual banyak

b. penjual menjadi price takers. Harga ditentukan di pasar. Perusahaan individu sangat kecil, sehingga setiap tindakannya tidak akan mempengaruhi pasar atau perusahaan lain dalam industri.

Selengkapnya »Pasar Persaingan Sempurna

Teori Produksi dan Biaya

Fungsi Produksi

Fungsi produksi menentukan jumlah output yang maksimum yang bisa diproduksi dengan menggunakan jumlah input yang tertentu. Untuk memudahkan analasis, kita mengasumsikan perusahaan menggunakan hanya dua input, yaitu tenaga kerja (L Labor) dan modal (K — Capital), sehingga bisa ditulis sebagai berikut ini.

Selengkapnya »Teori Produksi dan Biaya

Macam Macam Pelelangan

Dalam sebuah pelelangan, pembeli potensial bersaing untuk mendapatkan sebuah barang, jasa, atau , lebih umumnya , segala sesuatu yang bernilai. Pelelangan digunakan untuk   menjual   berbagai   macam   hal,   termasuk   seni,   surat   berharga,   perabotan, perumahan,  minyak,  perusahaan,  dan  banyak  barang-barang  konsumsi  pada  situs pelelangan di Internet.

Selengkapnya »Macam Macam Pelelangan

Ketidakpastian dan Perusahaan

Menolak Risiko

Ketika   manajer   adalah   cenderung   menolak   risiko,   umumnya   para   pemilik perusahaan (stockholders)   menginginkan   manajer   untuk   berperilaku   dalam   suatu ketentuan netral terhadap risiko. Seorang manajer yang netral terhadap risiko hanya perduli tentang hasil yang diharapkan dari sebuah proyek yang berisiko, bukan pada tugas pokoknya. Secara lebih spesifik, seorang manajer yang netral terhadap risiko adalah obyektif untuk mengambil tindakan yang memaksimumkan nilai sekarang yang diharapkan dari perusahaan, yaitu tindakan yang memaksimumkan keuntungan.

Selengkapnya »Ketidakpastian dan Perusahaan