Lompat ke konten
Kategori Home » Ekonomi » Halaman 17

Ekonomi

Fungsi Model Komunikasi

Dalam memahami fenomena komunikasi akan diperlukan penggunaan model- model komunikasi. Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata maupun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut.

Selengkapnya »Fungsi Model Komunikasi

Budget Kas

Budget kas adalah estimasi terhadap posisi kas untuk suatu periode tertentu yang akan datang. Penyusunan budget kas bagi suatu perusahaan sangatlah penting artinya bagi penjagaan likuiditasnya. Dengan menyusun budget kas akan dapat diketahui kapan perusahaan akan dalam keadaan defisit kas atau surplus kas karena operasi perusahaan. Dengan mengetahui akan adanya defisit kas jauh sebelumnya, maka dapatlah direncanakan sebelumnya penentuan sumber sumber dana yang akan digunakan untuk menutup defisit tersebut. Karena masih cukupnya waktu maka terdapat lebih banyak alternatif sumber dana, dan makin banyaknya altematif sumbër dana berarti kita dapat melakukan pemilihan sumber dana yang biayanya paling rendah.

Selengkapnya »Budget Kas

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya persediaan kas minimal

Kas adalah salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Makin besar jumlah kas yang ada didalam perusahaan berarti makin tinggi tingkat likuiditasnya. ini berarti perusahaan mempunyai resiko yang lebih kecil untuk tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya. Tetapi ini tidak berarti bahwa perusahaan harus mempertahankan persediaan kas yang sangat besar, karena makin besarnya kas makin banyak uang yang menganggur sehingga akan memperkecil profitabilitasnya.

Selengkapnya »Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya persediaan kas minimal

Perputaran modal kerja

Modal kerja selalu dalam keadaan operasi atau berputar dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Periode perputaran modal kerja (working capital turnover period) dimulai dan saat di mana kas dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat di mana kembali lagi menjadi kas.

Selengkapnya »Perputaran modal kerja

Jenis jenis Modal Kerja

Mengenai jenis-jenis modal kerja, W.B. Taylor menggolongkannya dalam:

A. Modal kerja permanen (Permanent working Capital)

Modal kerja permanen yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya, atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus-menerus diperlukan untuk kelancaran usaha.

Selengkapnya »Jenis jenis Modal Kerja

Konsep Modal Kerja

Setiap perusahaan selalu mernbutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalkan untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai dan sebagainya, dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi kedalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya. Uang masuk yang berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Dengan demikian maka dana tersebut akan terus menerus berputar setiap periodenya selama hidup perusahaan.

Selengkapnya »Konsep Modal Kerja

Pengaplikasian Keuntungan Biaya Volume pada Perusahaan Nirlaba

Misalkan keuntungan biaya volume diaplikasikan pada perusahaan nirlaba. Misalkan sebuah kota mempunyai $ 100.000 lump-sum budget yang didistribusikan ke agen pemerintah untuk program konseling ketergantungan obat. Biaya variabel untuk resep adalah $ 400 untuk satu pasien per tahun. Biaya tetap $ 60.000 dalam rentang relevan 50 sampai 150 pasien. Jika semua anggaran disalurkan, berapa pasien yang dapat dilayani selama setahun?

Selengkapnya »Pengaplikasian Keuntungan Biaya Volume pada Perusahaan Nirlaba

Marjin Kontribusi dan Marjin Bruto

Marjin kontribusi dapat dinyatakan sebagai suatu angka yang menujukkan total, sebagai suatu angka per unit, sebagai rasio, dan sebagai persentase. Rasio biaya variabel atau rasio biaya persentase ditetapkan sebagai semua biaya variabel dibagi oleh penjualan. Jadi rasio marjin kontribusi sebesar 20% berarti rasio biaya variabel adalah 80%.

Selengkapnya »Marjin Kontribusi dan Marjin Bruto