Lompat ke konten
Home » Ekonomi » Budget Kas

Budget Kas

  • oleh

Budget kas adalah estimasi terhadap posisi kas untuk suatu periode tertentu yang akan datang. Penyusunan budget kas bagi suatu perusahaan sangatlah penting artinya bagi penjagaan likuiditasnya. Dengan menyusun budget kas akan dapat diketahui kapan perusahaan akan dalam keadaan defisit kas atau surplus kas karena operasi perusahaan. Dengan mengetahui akan adanya defisit kas jauh sebelumnya, maka dapatlah direncanakan sebelumnya penentuan sumber sumber dana yang akan digunakan untuk menutup defisit tersebut. Karena masih cukupnya waktu maka terdapat lebih banyak alternatif sumber dana, dan makin banyaknya altematif sumbër dana berarti kita dapat melakukan pemilihan sumber dana yang biayanya paling rendah.

Setiap unit perusahaan hutan harus mempunyai budget kas sesuai dengan Rencana Karya Tahunan/Rencana Teknik Tahunan dan rencana kegiatan pendukung lainnya. Selanjutnya disusun budget kas bulanan dengan mempertimbangkan rencana penjualan dan belanja kegiatan sesuai dengan rencana tata waktu pelaksanaannya.

Sebagai contoh perkiraan arus kas penjualan kayu dan Perum Perhutani dapat direncanakan dari kegiatan penjualan lelang besar, lelang kecil, DBT (dibawah tangan), penjualan dengan sistem kontrak dll yang didasarkan atas tata waktu.

Demikian pula halnya dengan arus kas keluar direncanakan sesuai dengan jenis pekerjaan menurut waktu dan tempat dan besarnya komponen keperluan kas: upah gaji tetap karyawan, upah tenaga kerja langsung, keperluan kas untuk pemberian material, operasional kendaraan dll. Dari sini dapat dipelajari perkiraan perjalanan kas masuk/kas keluar, terjadinya surplus/minus saldo kas setiap waktu/bulan sehingga apabila terjadi misalnya saldo minus di KPH tertentu yang bersifat sementara dapat segera melapor kepada kepala unit untuk alternative pemenuhan dana kas yang diperlukan.

Atau dapat terjadi pada KPH tertentu saldo kas umumnya permanen. Deteksi dini terhadap keperluan dana kas sangat penting karena dapat menyebabkan terjadinya masalah konflik .dengan karyawan. Dan selanjutnya pada perusahaan dengan skala menengah-besar keperluan kas mencakup dana cukup besar.

Sebagai contoh yang paling penting misalnya penyediaan kas untuk membayar gaji karyawan harus tersedia cukup menurut waktunya sehingga tidak terjadi keterlambatan realisasi pembayarannya. Dalam keadaan mendesak dapat dilakukan hutang jangka pendek untuk pemenuhan kas untuk membayar gaji pegawai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.