Lompat ke konten
Kategori Home » Ekonomi Syariah » Halaman 4

Ekonomi Syariah

Pasar Modal Syariah

  • oleh

Definisi

– Kegiatan pembiayaan yang dilakukan oleh investor terhadap emiten

– Untuk memberdayakan emiten dalam melakukan kegiatan usahanya – Investor berharap memperoleh keuntungan tertentu

Selengkapnya »Pasar Modal Syariah

Tabungan Haji

  • oleh

Definisi Tabungan Haji dari Praktik Umum

Tabungan  merupakan  salah  satu produk  perbankan  dalam  bentuk tabungan  (saving)  dengan peruntukan sebagai biaya haji. Akad yang digunakan dalam perbankan adalah mudharabah atau wadi’ah. Sebagai daya tarik, bank dapat menyediakan dana talangan dengan akad qardhul hasandan rahn bil ujrah.

Selengkapnya »Tabungan Haji

Asuransi Syariah

  • oleh

Defenisi Asuransi Syariah

Usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah (DSN-MUI) Maksud dari Akad yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), perjudian, riba, penganiayaan/kezaliman, suap, barang haram dan maksiat.

Selengkapnya »Asuransi Syariah

Leasing Syariah (Ijarah Muntahiya Bi Tamlik )

  • oleh

Kasus Leasing Syariah yang Banyak Terjadi :

Akad sewa (ijarah) : Akad antara bank dengan nasabah, di mana bank menyewakan aset dan nasabah membayar uang sewa pada masa tertentu.

Jenis

  • Operating lease/ijarah                   : pada masa akhir sewa, aset dikembalikan
  • Ijarah muntahiya bit tamlik          : pada masa akhir sewa, aset dipindahtangankan/dimiliki penyewa
Selengkapnya »Leasing Syariah (Ijarah Muntahiya Bi Tamlik )

Leasing Dalam Islam

  • oleh

Leasing Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa-guna-usaha dengan  hak  opsi (Finance  Lease)  maupun  sewa-guna-usaha  tanpa  hak  opsi (operating  lease)  untuk digunakan oleh Lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala (kep. Menkeu no. 1169/KMK.01/1999 tentang Kegiatan Sewa-Guna-Usaha (Leasing)).               

Selengkapnya »Leasing Dalam Islam

Prinsip Umum Investasi Syariah

  • oleh

Uang harus senantiasa beredar, tidak diperbolehkan ditimbun. Karena  itu,  ketika  seseorang  memiliki  modal                (setelah  seluruh  kebutuhan  pokok  dan kewajibannya terpenuhi), ia diwajibkan mengelola modal tersebut sehingga memiliki andil dalam perekonomian.

Selengkapnya »Prinsip Umum Investasi Syariah

Syirkah Mufawadhah

  • oleh

Syirkah mufawadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inân, ‘abdan, mudhârabah, dan wujûh) (  n-Nabhani, 1990: 156; Al-Khayyath, 1982: 25). Syirkah mufâwadhah dalam pengertian ini, menurut An-Nabhani adalah boleh. Sebab, setiap jenis syirkah yang sah ketika berdiri sendiri, maka sah pula ketika digabungkan dengan jenis syirkah lainnya (An-Nabhani, 1990: 156).

Selengkapnya »Syirkah Mufawadhah

Syirkah Wujuh

  • oleh

Syirkah wujuh disebut juga syirkah ‘ala adz-dzimam (Al-Khayyath, Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah alIslâmiyyah, 2/49). Disebut syirkah wujûh karena didasarkan pada kedudukan, ketokohan, atau keahlian (wujûh) seseorang di tengah masyarakat. Syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak (misal A dan B) yang sama-sama memberikan konstribusi kerja (‘amal), dengan pihak ketiga (misalnya C) yang memberikan konstribusi modal (mâl). Dalam hal ini, pihak A dan B adalah tokoh masyarakat. Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudhârabah sehingga berlaku ketentuan-ketentuan syirkah mudhârabah padanya (An-Nabhani, 1990: 154).

Selengkapnya »Syirkah Wujuh

Syirkah Mudharabah

  • oleh

Syirkah mudharabah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl) (An-Nabhani, 1990: 152). Istilah mudhârabah dipakai oleh ulama Irak, sedangkan ulama Hijaz menyebutnya qirâdh (Al-Jaziri, 1996: 42; Az-Zuhaili, 1984: 836). Hukum syirkah mudhârabah adalah jâ’iz (boleh) berdasarkan dalil as-Sunnah (taqrîr Nabi Saw) dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 153).

Selengkapnya »Syirkah Mudharabah