Lompat ke konten
Kategori Home » Artikel Terbaru

Artikel Terbaru

Penyebab Interpersonal Konflik Organisasional

Pada waktu yang lalu, sebagaian besar riset pada konflik organisasional telah difokuskan pada tipe penyebab organisasional yang diungkap di atas. Kini, bagaimanapun, perhatian telah berubah pada kemungkinan bahwa didalam beberapa instansi, konflik organisasional yang merugikan banyak berpangkal (atau mungkin lebih) dari faktor interpersonal—hubungan antara individu-individu tertentu—berasal dari strutur organisasi atau terletak pada konflik kepentingan.

Selengkapnya »Penyebab Interpersonal Konflik Organisasional

Penyebab Konflik Organisasional

Mungkin sebagian besar penyebab organisasional yang jelas dari konflik adalah persaingan terhadap sumber daya yang langka. tidak ada organisasi yang memiliki sumber daya tidak terbatas, dan konflik sering muncul pada pembagian atau pendistribusian ruang, dana, peralatan atau personal. Sayangnya, banyak konflik sering dipertajam oleh bias-bias persepsi. Setiap pihak berusaha memperbesar kontribusi tersebut ke organisasi, dan pembagian yang adil dari sumber daya yang tersedia.

Selengkapnya »Penyebab Konflik Organisasional

Dua Dimensi Dasar Konflik: Integrasi dan Distribusi

Dalam hubungan Anda dengan orang lain, apakah Anda memusatkan pada kepentingan-kepentingan Anda sendiri untuk memaksimalkan hasil yang Anda capai? Dan pada tingkat yang mana Anda memusatkan kepada kepentingan orang lain -menjamin bahwa mereka diperlakukan secara adil, atau jumlah yang tersedia (apapun bentuknya) dimanfaatkan secara maksimal untuk seluruhnya?

Selengkapnya »Dua Dimensi Dasar Konflik: Integrasi dan Distribusi

MANFAAT STUDI KEBIJAKAN BAGI PEMBANGUNAN

Perhatian terhadap studi kebijakan publik semakin mendapatkan perhatian dari para pakar dan paraktisi karena dua hal yaitu : pertama, perubahan orientasi dalam studi administrasi publik yang mengarah pada manegerialism tidak lagi memadai untuk menjelaskan berbagai fenomena terjadi dalam birokrasi publik karena kurang sensitif terhadap isu-isu politik. Kedua, meningkatnya rasionalitas mayarakat menyebabkan semakin besarnya tuntutan akan kualitas kebijakan yang lebih baik.

Selengkapnya »MANFAAT STUDI KEBIJAKAN BAGI PEMBANGUNAN

Ironi Neo-Liberalisme

Dengan demikian kita temukan sebuah situasi yang benar-benar penuh ironi dalam alam neoliberalisme sekarang. Ironi pertama adalah dominasi dari perusahaan multinasional (MNC). Sebagai perusahaan swasta semestinya mereka tunduk kepada otoritas politik tempat mereka berada, justru negara-negara yang mengakui memiliki kedaulatan (sovereignty) malah melepaskannya kepada perusahaan multinasional. Orang-orang yang tidak dipilih oleh rakyat (elected representatives), malah mampu mendiktekan jenis kebijakan yang harus diambil oleh penguasa negara yang mendapat mandat dari rakyat.

Selengkapnya »Ironi Neo-Liberalisme

Faktor-faktor penyebab munculnya Neo-Liberalisme

Ada bebarapa faktor yang mendorong munculnya neoliberalisme. Yang pertama adalah munculnya perusahaan multinasional (multinational corporations-MNC) sebagai kekuatan yang nyata dan bahkan memiliki aset kekayaan yeng lebih besar daripada negara-negara kecil di dunia. Mereka ini rata-rata mempunyai kantor pusat di negara-negara maju (Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Jepang, Australia) memanfaatkan fasilitas infrastruktur yang dimiliki oleh negara-negara itu.

Selengkapnya »Faktor-faktor penyebab munculnya Neo-Liberalisme

TEORI DAN IDEOLOGI NEO-LIBERALISME

Diam-diam sebuah kata baru masuk ke dalam perbendaharaan kita: neoliberalisme-inti ideologi dan kiprah globalisasi. Memang belum sepopuler kata “komunisme” atau “kapitalisme”, tapi kata ini benar-benar telah merasuki berbagai macana entah ekonomi, politik, kebudayaan. Di kalangan aktivis yang tergabung dalam berbagai organisasi massa dan LSM, kata “neoliberal” menjadi semacam kata anatema. Sebaliknya, bagi pendukung-pendukungnya, kata itu menjadi semacam kata mantra. Dengan kata lain “neoberalisme” tidak hanya mengacu pada sebuah referen baru tali juga membelah orang-orang menjadi kelompok-kelompok: Pendukung, pengagum, penolak, bahkan orang yang tidak bersikap.

Selengkapnya »TEORI DAN IDEOLOGI NEO-LIBERALISME