Lompat ke konten
Home » Kesehatan Masyarakat » Dua Dimensi Dasar Konflik: Integrasi dan Distribusi

Dua Dimensi Dasar Konflik: Integrasi dan Distribusi

  • oleh
  • Desember 14, 2021Desember 14, 2021

Dalam hubungan Anda dengan orang lain, apakah Anda memusatkan pada kepentingan-kepentingan Anda sendiri untuk memaksimalkan hasil yang Anda capai? Dan pada tingkat yang mana Anda memusatkan kepada kepentingan orang lain -menjamin bahwa mereka diperlakukan secara adil, atau jumlah yang tersedia (apapun bentuknya) dimanfaatkan secara maksimal untuk seluruhnya?

Pertanyaan tersebut sulit dijawab secara tepat, sebab sebagian besar kebiasaan/tradisi memiliki norma yang kuat dalam menghadapi keegoisan menyangkut dengan hasil seseorang. Sebelumnya usaha untuk mengikuti kepentingan pribadi seseorang merupakan sesuatu yang sulit ditekan dalam beberapa situasi.

Beberapa model dasar dari konflik dicatat dari kenyataan tersebut, mengesankan konflik tersebut, sebagai sebuah proses organisasional atau interpersonal, yang dapat paling baik dimengerti dalam istilah dari dua dimensi pokok: distribusi. menyangkut hasil seseorang pribadi; dan integrasi, berhubungan dengan hasil orang lain. Bukti dari sebuah riset menunjukkan bahwa dimensi-dimensi tersebut penting dan bahwa mereka secara luas tidang tergantung.

Kemudian, dalam situasi yang digambarkan, mungkin mengikuti tindakan-tindakan yang memiliki baik distribusi dan integrasi yang tinggi, rendah dalam kedua dimensi, atau tinggi pada yang satu dan rendah pada yang lain. Pada kenyataannya, berbagai kombinasi dari alasan-alasan tersebut terdiri dari 5 cara yang berbeda dalam menangani konflik dengan orang lain: menyaingi, bekerjasama, menghinndari, mengakomodasi dan mengkompromikan.

Kompromi, di mana setiap yang terlibat membagi persoalan ke tengah-tengah, berada di tengah-tengah dalam kedua dimensi; ini menunjukkan tingkatan moderat mengenai kepentingan pribadi seseorang dan kepentingan orang lain. Sebaliknya, persaingan menunjukkan cara penyelesaian konflik yang menempatkan perhatian sangat tinggi pada kepentingan pribadi tetapi rendah bagi kepentingan orang lain.

Menghindari, menunjukkan tempat yang rendah pada kedua dimensi, sedangkan bekerja sama -mencari hasil yang maksimal bagi kedua belah pihak—merupakan yang tinggi pada kedua dimensi. Yang terakhir, akomodasi -memberi yang lain apapun yang mereka inginkan—merupakan yang rendah dalam distribusi, tetapi tinggi pada dimensi integrasi.

Bersaing, terjadi bila seorang berusaha memenuhi kepentingannya sendiri, tidak peduli dampaknya terhadap pihak-pihak lain pada konflik tersebut.

 Contoh mencapai tujuan Anda atas pengorbanan tujuan orang lain, berupaya meyakinkan seorang lain bahwa kesimpulan Anda benar dan kesimpulan mereka keliru, dan mencoba membuat seseorang lain menerima baik atas kondisi disalahkan dalam suatu masalah. llustrasi di bawah ini menggambarkan posisi dari setiap cara tersebut mengenai integrasi dan distribusi

Bekerjasama, bila pihak-pihak dalam konflik masing-masing berhasrat untuk memenuhi sepenuhnya kepentingan dari semua pihak, kita mempunyai kooperasi dan pencarian hasil yang bermanfaat secara timbal balik. Dalam bekerjasama, maksud dari pihak-pihak adalah memecahkan masalah dengan memperjelas perbedaan, bukannya dengan mengakomodasi dari berbagai sudut pandang. Contoh-contoh adalah berupaya mencari pemecahan win-win yang memungkinkan tujuan kedua pihak sepenuhnya dicapai dan mengusahakan suatu kesimpulan yang memasukkan wawasan-wawasan yang sahih dari kedua pihak.

Menghindari, seseorang mungkin mengakui bahwa suatu konflik ada dan ingin menarik diri dari dalamnya atau menekannya. Contoh menghindari adalah mencoba sekedar mengabaikan suatu konflik dan menghindari orang-orang lain yang tidak sependapat dengan Anda.

Mengakomodasi, bila satu pihak berusaha untuk memuaskan seorang lawan, pihak tersebut mungkin bersedia menaruh kepentingan lawan itu di atas kepentingannya sendiri. Dengan kata lain, agar terpelihara hubungan itu, satu pihak bersedia untuk mengorbankan diri. Kita merujuk madsud ini sebagai mengakomodasi.

Contohnya, adalah kesediaan mengorbankan tujuan Anda sehingga tujuan pihak laih dapat dicapai, mendukung pendapat orang lain meskipun Anda keberatan dengan pendapat tersebut, dan memaafkan seseorang karena suatu pelanggaran dan membiarkan pelanggaran-pelanggaran berikutnya.

Berkompromi,   bila   tiap   pihak yang   terlibat   konflik   itu berusaha melepaskan sesuatu, terjadilah sharing, yang menghasilkan suatu hasil yang kompromis. Dalam berkompromi tidak ada pemenang atau pecundang yang jelas. Sebaliknya, ada kesediaan untuk menjatah obyek konflik itu dan menerima baik suatu  pemecahan        yang                memberikan      kepuasan            tidak      sepenuhnya       dari kepentingan kedua belah pihak. Oleh karena itu karakten’stik yang khas pada kompromi adalah bahwa tiap pihak bermaksud melepaskan sesuatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.