Lompat ke konten
Kategori Home » Teknik Sipil » Halaman 5

Teknik Sipil

Daur Hidrologi

Air di bumi berada pada suatu ruang disebut dengan hydrosphere yang terbentang sekitar 15 km ke atas dan permukaan bumi sampai lapisan atmosfir dan sekitar 1 km ke bawah permukaan bumi sampai pada lapisan lithosphere. Air tersebut bergerak di sepanjang ruang hydrosphere melalui alur jaringan yang kompleks membentuk suatu daur perputaran gerakan massa air yang disebut daur hidrologi (hydrologic cycle).

Selengkapnya »Daur Hidrologi

Pengertian Hidrologi

Air merupakan bahan yang paling banyak tersedia di bumi. Zat air juga merupakan unsur utama pembentuk semua makhluk hidup dan merupakan faktor utama yang menentukan perkembangan tingkat peradaban manusia. Dalam pengertian umum, hidrologi dimaksudkan sebagai ilmu yang mempelajari masalah air. Hidrologi terkait dengan upaya untuk mencari kejelasan tentang semua fase keberadaan air di bumi untuk keperluan manusia dan lingkungannya (Chow, dkk., 1988).

Selengkapnya »Pengertian Hidrologi

GENERALISASI PADA PETA

Generalisasi pada peta adalah pemilihan dan penyederhanaan dari penyajian unsur-unsur pada peta dan selalu hams berhubungan dengan skala dan tujuan dari peta itu sendiri. Semua peta disajikan dalam skala kecil dari bagian bumi. Penggambaran pada skala yang lebih kecil ini akan melibatkan adanya generalisasi. Adalah tidak mungkin untuk menyajikan pada peta semua unsur-unsur yang ada di bumi, karena akan mengakibatkan peta menjadi penuh dan sukar dibaca.

Selengkapnya »GENERALISASI PADA PETA

Penentuan debit banjir rancangan dengan model hidrologi

Pengertian model hidrologi dalam cara ini adalah model hujan-aliran (rainfallrunoff model). Pada prinsipnya model hidrologi tersebut adalah suatu tiruan dan sistem hidrologi (sistem DAS) yang  kompleks,  yakni hubungan antara masukan sistem, parameter DAS dan keluaran berupa debit sungai yang dapat dinyatakan dalam debit banjir atau hidrograf banjir.

Selengkapnya »Penentuan debit banjir rancangan dengan model hidrologi

Analisis frekuensi dengan cara grafis

Pada  prinsipnya  analisis  frekuensi  dengan  cara  grafis mirip  dengan  cara menggunakan distribusi frekuensi teoritik. Cara ini diterapkan terutama untuk tersedia minimum 20 tahun dan kala ulang yang ditinjau tidak boleh lebih besardari panjang data tersedia (T    n). Prosedur hitungan sama dengan langkah-langkah pada cara menggunakan distribusi frekuensi teoritik, hanya saja penarikan garis teoritik dapat dilakukan secara langsung dengan pendekatan pandangan mata tanpa disertai uji Chi—kuadrat maupun Smirnov-Kolmogorov.

Selengkapnya »Analisis frekuensi dengan cara grafis

Penentuan debit banjir rancangan dengan cara statistik

Analisis  hidrologi  untuk  menentukan  debit  banjir  rancangan  dengan  cara statistik dianggap paling baik, karena didasarkan pada data terukur di sungai, yaitu catatan debit banjir yang pernah terjadi. Dalam hal mi tersirat pengertian bahwa analisis dilakukan secara langsung pada data debit, tidak melalui hubungan empiris antar beberapa parameter DAS dan hujan seperti halnya pada cara empirik. Oleh karena  itu  sampai  saat  mi masih  dianggap  cukup  dapat  diandalkan. Meskipun demikian, ketelitian hasiljuga akan sangat dipengaruhi oleh data yang tersedia, baik tentang kuantitas (panjang data), kualitas atau ketelitiarmya.

Selengkapnya »Penentuan debit banjir rancangan dengan cara statistik

Penentuan debit banjir rancangan cara empirik

Cara empirik adalah metode pendekatan dengan rumus rasional. Cara ini diterapkan apabila tidak tersedia data debit yang cukup panjang tetapi tersedia data hujan harian yang panjang. Terdapat empat metode perhitungan banjir rancangan yang dikembangkan berdasarkan prinsip pendekatan rasional (Muhadi, 1987), yaitu: metode rasional, metode Der Weduwen, metode Meichior dan metode Haspers. Penulis menunjuk dua macam cara yang akan diuraikan pada tulisan ini, yaitu metode Der Weduwen dan metode Meichior seperti yang dipergunakan dalam Standar Perencanaan Irigasi KP-O1 , yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum tahun 1986.

Selengkapnya »Penentuan debit banjir rancangan cara empirik

Pemilihan Kala Ulang Banjir Rancangan

Pemilihan besarnya kala ulang banjir rancangan untuk setiap jenis bangunan tidak terdapat kriteria dan pedoman yang definitif. Kala ulang tersebut harus dapat menghasilkan  rancangan  yang  memuaskan  (Sri  Harto, 1993),  dalam  arti  bahwa bangunan hidraulik yang dibangun masih hams dapat berfungsi dengan baik minimal selama  waktu  yang  ditetapkan,  baik  struktural  maupun  fungsional. 

Selengkapnya »Pemilihan Kala Ulang Banjir Rancangan