Lompat ke konten
Kategori Home » Sosial Politik » Halaman 7

Sosial Politik

MORTALITAS

Menurut WHO, Mortalitas adalah peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan secara permanen yang dapat terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup

Selengkapnya »MORTALITAS

PENGUKURAN FERTILITAS

Pengukuran fertilitas lebih kompleks dibanding dengan pengukuran mortalitas, karena :

  • Seorang wanita hanya meninggal satu kali dan sejak saat itu tidak mempunyai resiko kematian lagi. Sebaliknya, seorang wanita yang melahirkan seorang bayi tidak berarti resiko melahirkan wanita tersebut menurun.
  • Kelahiran melibatkan dua orang (suami dan istri), sedangkan kematian melibatkan satu orang saja (orang yang meninggal). Ada dua macam pengukuran fertilitas:
Selengkapnya »PENGUKURAN FERTILITAS

TEORI FERTILITAS

Fertilitas : Jumlah kelahiran hidup yang dipunyai oleh seorang wanita atau sekelompok wanita pada usia reproduktifnya

Lahir hidup (live birth) : apabila pada waktu lahir terdapat tanda-tanda kehidupan, misalnya : menangis, berteriak, bernapas, jantung berdenyut

Selengkapnya »TEORI FERTILITAS

MANFAAT STUDI KEBIJAKAN BAGI PEMBANGUNAN

Perhatian terhadap studi kebijakan publik semakin mendapatkan perhatian dari para pakar dan paraktisi karena dua hal yaitu : pertama, perubahan orientasi dalam studi administrasi publik yang mengarah pada manegerialism tidak lagi memadai untuk menjelaskan berbagai fenomena terjadi dalam birokrasi publik karena kurang sensitif terhadap isu-isu politik. Kedua, meningkatnya rasionalitas mayarakat menyebabkan semakin besarnya tuntutan akan kualitas kebijakan yang lebih baik.

Selengkapnya »MANFAAT STUDI KEBIJAKAN BAGI PEMBANGUNAN

Ironi Neo-Liberalisme

Dengan demikian kita temukan sebuah situasi yang benar-benar penuh ironi dalam alam neoliberalisme sekarang. Ironi pertama adalah dominasi dari perusahaan multinasional (MNC). Sebagai perusahaan swasta semestinya mereka tunduk kepada otoritas politik tempat mereka berada, justru negara-negara yang mengakui memiliki kedaulatan (sovereignty) malah melepaskannya kepada perusahaan multinasional. Orang-orang yang tidak dipilih oleh rakyat (elected representatives), malah mampu mendiktekan jenis kebijakan yang harus diambil oleh penguasa negara yang mendapat mandat dari rakyat.

Selengkapnya »Ironi Neo-Liberalisme

Faktor-faktor penyebab munculnya Neo-Liberalisme

Ada bebarapa faktor yang mendorong munculnya neoliberalisme. Yang pertama adalah munculnya perusahaan multinasional (multinational corporations-MNC) sebagai kekuatan yang nyata dan bahkan memiliki aset kekayaan yeng lebih besar daripada negara-negara kecil di dunia. Mereka ini rata-rata mempunyai kantor pusat di negara-negara maju (Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Jepang, Australia) memanfaatkan fasilitas infrastruktur yang dimiliki oleh negara-negara itu.

Selengkapnya »Faktor-faktor penyebab munculnya Neo-Liberalisme

TEORI DAN IDEOLOGI NEO-LIBERALISME

Diam-diam sebuah kata baru masuk ke dalam perbendaharaan kita: neoliberalisme-inti ideologi dan kiprah globalisasi. Memang belum sepopuler kata “komunisme” atau “kapitalisme”, tapi kata ini benar-benar telah merasuki berbagai macana entah ekonomi, politik, kebudayaan. Di kalangan aktivis yang tergabung dalam berbagai organisasi massa dan LSM, kata “neoliberal” menjadi semacam kata anatema. Sebaliknya, bagi pendukung-pendukungnya, kata itu menjadi semacam kata mantra. Dengan kata lain “neoberalisme” tidak hanya mengacu pada sebuah referen baru tali juga membelah orang-orang menjadi kelompok-kelompok: Pendukung, pengagum, penolak, bahkan orang yang tidak bersikap.

Selengkapnya »TEORI DAN IDEOLOGI NEO-LIBERALISME