Lompat ke konten
Kategori Home » Arsitektur » Tugas arsistek dalam Iingkup pemrograman pemrosesan, data/informasi, dan data yang diperlukan.

Tugas arsistek dalam Iingkup pemrograman pemrosesan, data/informasi, dan data yang diperlukan.

  • oleh

1 Tugas Arsitek

Melakukan pendekatan untuk desain dengan melihat metoda apa yang paling tepat digunakan dalam kaitan :

  • Kebutuhan untuk desain
  • Kebutuhan untuk evaluasi desain.
  • Untuk kedua hal tersebut diatas perlu dilakukan secara tepat terstruktur, dan terkoordinasi. Dalam hal pemrosesan maka informasi pemrograman menjadi input yang berguna bagi langkah-langkah desain selanjutnya.
  • Pemrosesan informasi merupakan tugas arsitek yang dalam proses pelaksanaannya harus selalu mendapat masukkan dari klien atau dapat juga sebagai hasil interaksi antara arsitek dengan klien. Pemrosesan informasi tersebut meliputi :

1. Koleksi data

2. Organisasi data

3. Mengkomunikasikan data

4. Analisis data

5. Mengevaluasi data

Hasil dari pemrosesan informasi merupakan input bagi arsitek di dalam mengambil keputusan desain.

– Secara definitif lingkup pemrosesan informasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

2 Pemrosesan data/informasi

Pemrosesan data/informasi dalam pemrograman meliputi 5 (lima) tahap kegiatan yang secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

I. Koleksi Data :menyusun pertanyaan, interview, melakukan survey, studi pustaka,observasi dan mencatat data yang masuk

II. OrganisasiData :menyusun,mengurutkan,mengklasifikasikan, mengkata- gorikan,mengeelompokkan dalam group sesuai klasifikasinya.

III. Komunikasi data :menuliskan,rnengilustrasikan,menginteraksikan, menjelaskan, mendokumentasikan, menterjemahkan, dan meng-interpretasikan.

IV. Analisa Data :melakukan sorting dan seleksi membandingkan membobot, melakukan tes validitas data dan komputasi (mengolah dengan komputer).

V. Evaluasi Data :Melakukan review, melakukan verifikasi, optimasi, membuat prioritas, menanyakan dan membuat alternatif

3. Data/informasi yang diperlukan

Gambaran lingkup informasi yang diperlukan oleh programmer/arsitek selalu diorientasikan pada. informasi yang mendukung upaya pemecahan desain arsitektur. Informasi dari klien mungkin sangat atau bahkan tidak arsitektural, tetapi bukan berarti hal tersebut kemudian kita abaikan, justru menjadi kewajiban arsitek untuk bisa menterjemahkan atau mengkorelasikan dengan kepentingan desain arsitektur. Terjemahan informasi ke lingkup arsitektur seyogyanya dioerientasikan pada 3 (tiga) hal ialah: arsitektur sebagai penyedia fasilitas, arsitektur sebagai pelindung dan arsitektur sebagai symbol. Penjelasannya dibawah ini :

1. Arsitektur sebagai penyedia fasilitas :

Fasilitas sebagai hasil karya arsitektur harus bisa berfungsi sebagai

  • Wadah yang menjamin kegiatan bisa berlangsung dengan lancar/optimum.
  • Identifikasi kegiatan, meliputi jenis kegiatan, spesifikasi kegiatan, identifikasi macam dan jumlah pelaku kegiatan serta alat/ perlengkapan yang dibutuhkan.

2. Arsitektur sebagai pelindung :

Fasilitas sebagai karya arsitektur harus mampu memproteksi kegiatan dari “gangguan” alam (panas,bising,bau,dsb).

3. Arsitektur sebagai simbol :

Fasilitas sebagai karya arsitektur harus dapat mencerminkan :

Identitas, ekspresi,gagasan,tata nilai dan keinginan klien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *