Lompat ke konten
Home » Ekonomi » Tingkat Perputaran Piutang (Receiveable Turnover) Dan Budget Pengumpulan Piutang (Receiveable Collection Budget)

Tingkat Perputaran Piutang (Receiveable Turnover) Dan Budget Pengumpulan Piutang (Receiveable Collection Budget)

  • oleh

Piutang sebagai elemen dan modal kerja selalu dalam keadaan berputar. Periode perputaran atau periode terikatnya modal dalam piutang adalah tergantung kepada syarat pembayarannya. Makin lunak atau makin lama syarat pembayaran, berarti makin lama modal terikat pada piutang, yang ini berarti bahwa tingkat perputarannya selama periode tertentu adalah makin rendah. Tingkat perputaran piutang (Receivable turnover) dapat diketahui dengan membagi jumlah credit sales selama periode tertentu dengan jumlah rata-rata piutang (average receivable).

Periode terikatnya dana dalam piutang atau hari rata-rata pengumpulan piutang dapat dihitung dengan membagi tahun dalam hari dengan turnovernya. Hari rata-rata pengumpulan piutang (average collection period) dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: (1 tahun = 360 hari).

Adalah penting untuk membandingkan hari rata-rata pengumpulan piutang dengan syarat pembayaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Apabila hari rata- rata pengumpulan piutang selalu lebih besar daripada batas waktu pembayaran yang telah ditetapkan tersebut berarti bahwa cara pengumpulan piutangnya kurang efisien. ini berarti bahwa banyak para langganan yang tidak memenuhi syarat pembayaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Tinggi rendahnya receivables turnover mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam piutang. Makin tinggi turnovemya, berarti makin cepat perputarannya, yang berarti makin pendek waktu terikatnya modal dalam piutang, sehingga untuk mempertahankan net credit sales tertentu, dengan naiknya turnover dibutuhkan jumlah modal yang lebih kecil yang diinvestasikan dalam piutang.

Bagaimana hubungan antara penjualan kredit dengan cashflow? Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa financial officer lebih berkepentingan terhadap cashflows daripada penjualannya sendiri. Dalam penjualan kredit saat penyerahan barang atau saat penjualan tidak bersamaan waktunya dengan saat cash inflows. Cash inflows yang terjadi karena penjualan kredit itu dapat direncanakan dengan menyusun budget pengumpulan piutang (Receiveables collection budget). Budget atau skedul pengumpulan piutang disusun berdasarkan budget penjualan dengan memperhatikan antara lain factor-faktor: term of sales, kebiasaan para langganan membayar hutangnya.

Referensi Bacaan : ELISA (eLearning System for Academic Community) UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.