Lompat ke konten
Home » Sosial Politik » Teori Transisi Demografi

Teori Transisi Demografi

  • oleh

Didasarkan atas pengalaman historis yang sebenarnya Tokoh-tokoh ;

Proses perkembangan penduduk secara historis melampauibeberapa fase, yakni :

1. Pra Transisi (Pretransitional)

Ciri-ciri : tingkat kelahiran dan kematian tinggi bersamaan dengan fase perkembangan masyarakat yang tradisional agraris, unsur industrialisasi belum berpengaruh

2. Transisi (Transitional)

Ciri —ciri : tingkat kelahiran dan tingkat kematian menurun (tingkat kematian lebih rendah).

Fase ini dibagi menjadi tiga :

1) Permulaan.transisi (early transitional)

Ciri-ciri : tingkat kelahiran tetap tinggi, tingkat kematian menurun, bersamaan dimulainya industrialisasi, pengetahuan medis mulai  maju, perawatan kesehatan dan perbaikan gizi meningkat.

2) Pertengahan transisi (Midtransitional)

Ciri-ciri : tingkat kelahiran dan tingkat kematian mulai turun (tingkat kematian lebih cepat), masyarakat mengalami industrialisasi / modernisasi.

3) Akhir transisi (Late-transitional)

Ciri-ciri ; tingkat kelahiran turun, tingkat kematian lebih rendah.dari kondisi semula.

3. Pasca Transisi (Post-Transitional)

Ciri-ciri : tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah, hampir semuanya mengetahui dan mempraktekkan cara-cara kontrasepsi. Pertumbuhan penduduk amat rendah dalam jangka waktu yang panjang.

LANDRY

Faktor ekonomi yang paling berpengaruh terhadap penduduk adalah masalah produktivitas.

Untuk mengetahui masalah produktivitas terlebih dahulu harus diketahui tiga tahap (regimes) ekonomis, yaitu :

1. Tahap primitif

Fertilitas tidak dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi faktor ekonomi mempengaruhi mortalitas. Selanjutnya mortalitas berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk

2. Tahap Intermediate

Faktor ekonomis mempengaruhi fertilitas

3. Tahap Modern

Tingkat kelahiran menurun karena kesadaran penduduk untuk membatasi kelahiran, dan meningkatkan kondisi kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.