Lompat ke konten
Kategori Home » Arsitektur » Sejarah Perkembangan Bahan Kayu

Sejarah Perkembangan Bahan Kayu

  • oleh

Kayu merupakan bahan bangunan yang hidup dan komplek: memiliki beda kembang susut menurut arch serat kayunya, beda kekuatannya searah dan tegak lurus serat. Kayu merupakan bahan yang sensitiv, perlu pengenalan yang dalam dan hati-2 dalam penanganannya. Zaman dahulu tukang kayu (kalang obong, kalang blandong dsb) menyelesaikan kayu terlihat penuh misteri.

Perubahan besar bahan bangunan kayu dimulai ketika dikembangakan tenaga dari air, mminyak dan listrik. Melalui temuan itu dikembangkan teknik dan alat memotong kayu. Penelitian terhadap kayu dan efisiensi penggunaan bahan kayu dipertajam sehingga dimungkinkan ada perbaikan dalam kekuatan, berat, kelembaban, ketahanan perusak, ketahanan pukulam, efek cuaca, iklim dsb.

Perkembangan dalam penggunaan bahan kayu dimulai dicermati, dahulu Vineer digunakan hanya sebagai barang finising atau dekorasi kemudian dikembangkan melalui perbaikan tenaga dan alat pemotongan menjadi Playwood.

Gambar: Teknik pemotongan kayu untuk Vineer

Perkembangan teknolgi lem karet, plastik adhesi, bahan kayu dikembangkan menjadi beraneka sesuai dengan keinginan dan menjadi sangat maju misal: Kayu dapat diimpreknasi, laminatin, digabung dengan lembar metal atau lainnya, menjadi bentuk permanen, dijahit sesuai dengan lebar yang dipersyaratkan .

Setelah abad 18, REVOLOSI ARSITEKTUR. Diciptakan bangunan kayu raksasa, bentuk geometris. Pada saat itu bahan bangunan Tuang; Besi dan beton juga sedang berkembang pada puncaknya. Kayu tidak ketinggalan, hitungan dan metode konstruksi dipertajam. Kayu dapat mencapai konstruksi bentangan sangat lebar dengan kayu lapis-2, yang sekarang hanya dicapai dengan bahan besi/baja.

Macam Bahan Kayu Buatan

Bahan kayu lapis, terdiri dari bahan kayu yang dikecilkan dengan mesin (serpihan/spane, Serat/faser, lembara tipis/furnier, kisi/batang/stabe), dengan bantuan alat sambung disatukan kembali.

Tujuan: produksi kayu ukurannya lebih besar, pengerjaan yang mudah dan ringan, dan mengalami penyusutan kelembaban yang minimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *