Lompat ke konten
Kategori Home » Ekonomi » PROBLEM PRINCIPAL-AGENT

PROBLEM PRINCIPAL-AGENT

  • oleh

Manajer disewa oleh pemgang saham agar tujuan pemegang saham (yaitu mencapai kemakmuran pemegang saham) tercapai. Tetapi dalam prakteknya, manajer mungkin mempunyai tujuan atau agenda sendiri yang tidak selalu konsisten dengan tujuan pemegang saham.

Manajer mungkin mempunyai tujuan agar kelihatan lebih ‘mentereng’ dengan mengorbankan tujuan pemegang saham (tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham).

Sebagai contoh : manajer mungkin menggunakan kantor yang kelihatan mewah, meskipun pemborosan tersebut justru merugikan pemegang saham. Untuk mengawasi perilaku manajer yang semacam itu, pemegang saham bias melakukan tindakan pengawasan. Disamping tindakatan pengawasan secara internal, bisa dilakukan tindakan pendisiplinan eksternal (dari luar perusahaan).

Pendisplinan Internal dengan kontrak insentif. Sistem penggajian manajer dibuat sedemikian rupa sehingga akan memotivasi manajer untuk mencapai tujuan kemakmuran pemegang saham. Contoh system semacam itu adalah opsi saham. Opsi saham ditujukan untuk memotivasi manajer agar mencapai tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.

Pendisiplinan eksternal bisa terjadi melalui reputasi. Jika manajer tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka reputasi manajer tersebut akan jatuh sehingga manajer tersebut tidak akan laku lagi. Jika manajer ingin mempertahankan reputasinya, maka is harus berhasil, yaitu berhasil mencapai tujuan kemakmuran pemegang saham.

Pengambilalihan juga bisa menjadi alat untuk mendisiplinkan manajer. Biasanya dalam pengambilalihan, manajer lama yang tidak kompeten akan dibuang. Agar tetap bertahan, manajer harus berhasil, sehingga tidak bisa diambil alih oleh pihak lain, dan karenanya masih tetap bertahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *