Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » Prinsip-Prinsip Bibliotherapy

Prinsip-Prinsip Bibliotherapy

  • oleh

Pardeck & Pardeck (1984, 1986) dan Rubin (1978)menguraikan prinsip-prinsip utama bibliotherapy sebagai berikut:

  1. Orang yang membantu harus menggunakan material bacaan yang dikenalnya.
  2. Orang yang membantu harus menyadari panjang material bacaan. Hindari material yang kompleks dengan detail dan situasi yang tidak ada hubungannya.
  3. Pertimbangkan masalah klien; material bacaan harus dapat diaplikasikan terhadap masalah, namun tidak harus identik.
  4. Kemampuan membaca klien harus diketahui dan dijadikan pengarah dalam memilih material bacaan yang akan digunakan. Jika klien tidak dapat atau kurang mampu membaca, perlu dilakukan membaca nyaring atau menggunakan material audiovisual.
  5. Kondisi emosional dan usia kronologis klien harus diperhatikan dan direfleksikan dalam tingkat kesulitan material bacaan terpilih.
  6. Sebagaimana dikatakan oleh Zaccaria & Moses (1968), minat membaca, baik individu maupun umum merupakan pengarah dalam seleksi:

Minat baca anak-anak dan remaja mengikuti tahapan yang dapat diprediksi.

  • Dari usia 2/3 tahun sampai 6/7 tahun anak senang mendengarkan cerita tentang kejadian-kejadian seputar keluarga.
    • 6/7 sampai 10/11 tahun, terdapat peningkatan minat terhadap cerita-cerita fantasi.
    • Remaja melalui beberapa tahapan membaca. Remaja awal (12-15 tahun) cenderung tertarik pada cerita binatang, petualangan, misteri, kisah supernatural, olahraga. Remaja pertengahan (15-18 tahun) minat membaca berubah terhadap topik seperti kisah perang, roman, dan cerita kehidupan remaja. Minat membaca pada usia remaja akhir (18-21 tahun) cenderung terarah pada cerita yang berkaitan dengan nila-niali pribadi, makna sosial, pengalaman manusia yang asing dan tidak biasa, dan transisi terhadap kehidupan usia dewasa.
  • Material bacaan yang mengekspresikan perasaan atau mood yang sama dengan klien seringkali merupakan pilihan yang baik. Prinsip ini disebut sebagai “isoprinciple”, istilah yang berasal dari teknik terapi musik dan biasa digunakan dalam terapi puisi.
  • Material audiovisual harus dipertimbangkan dalam treatment jika tidak tersedia material bacaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.