Lompat ke konten
Home » Sosial Politik » Pola-pola pembeda horisontal dalam Struktur Sosial

Pola-pola pembeda horisontal dalam Struktur Sosial

  • oleh
  • Februari 4, 2021Februari 4, 2021

Kategori Sosial, diartikan sebagai sejumlah orang yang dipandang sebagai satuan sosial berdasar satu ciri atau lebih yang sama. Jadi untuk dapat dinyatakan sebagai suatu kategori sosial, maka sejumlah orang itu haruslah memiliki minimal satu ciri yang sama,misalnya : Ras, Jenis kelamin, jenis pekerjaan, agama, suku bangsa dan sebagainya.

Ciri yang dimiliki oleh suatu kategori sosial yang satu, akan menjadi unsur pembeda bagi kategori sosial yang lain. Ciri-ciri tersebut dapat berujud ciri fisik maupun sosial. Ciri-ciri fisik, berkaitan dengan apa yang dinamakan ras atau warna kulit, tinggi badan, bentuk rambut dan lain-lain. Ciri-ciri sosial, berkaitan dengan fungsi para anggota masyarakat dalam kehidupan sosial. Aneka fungsi dan tugas yang berkaitan dengan pekerjaan atau profesi para anggota masyarakat, termasuk mata pencaharian.

Kerumunan  sosial, diartikan sebagai sejumlah orang yang berada pada tempat yang sama, adalakanya tidak saling mengenal, dan memiliki sifat yang peka terhadap stimulus yang datang dari luar. Contohnya adalah : orang yang sedang menanti angkutan umum, orang yang sedang melihat sebuah peristiwa kecelakaan. Mereka ini berada pada tempat yang sama, sangat mungkin tidak saling mengenal, akan tetapi sangat peka atau sensitif terhadap stimulus dari luar. Maksudnya, apabila dalam keadaan seperti itu ada fihak luar yang mempengaruhinya, maka mereka akan dengan mudah melakukannya. Misalnya dalam keadaan menunggu angkutan umum itu ternyata ada kendaraan yang berjalan di depan mereka dengan kecepatan tinggi dan debunya berhamburan di wajah mereka, maka tanpa dikomando sangat mungkin secara bersama-sama mereka mengumpat atau mengeluarkan umpatan dengan kata-kata yang sama. Sifat-sifat yang dimiliki oleh kerumunan sosial ini, akan menjadi unsur pembeda antara kerumunan sosial dengan komunitas manusia yang lainnya.

Kelompok-kelompok sosial, diartikan sebagai sejumlah orang yang saling ber interaksi dengan peran dan tujuan yang jelas dan memiliki pemimpin. Jadi dalam suatu kelompok, didapati adanya pemimpin, interaksi, peran dan tujuan yang jelas.Contohnya antara lain : Kelompok pemain drama, kelompok pemilik sepeda motor Harley Davidson, kelompok pedagang kakilima dan sebagainya.Peran dan tujuan yang dimiliki oleh suatu kelompok, akan menjadi unsur pembeda dengan kelompok atau satuan manusia yang lain.

Lembaga-lembaga Sosial, dapat diartikan sebagai terjemahan dari institutes, namun dapat pula diartikan sebagai terjemahan dari institutions. Sebagai institutes, lembaga-lembaga sosial diartikan sebagai wadah atau tempat dari sejumlah individu untuk berinteraksi, itulah sebabnya mengapa ada : Institut Perkebunan Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan, Institut Agama Islam Negri, dan sebagainya. Sementara itu sebagai institutions, lembaga-lembaga sosial diartikan sebagai :

(1) Sistem norma, tata kelakuan dan peralatan serta serta manusia yang melakukan;

(2) Cara yang terorganisasi untuk melakukan sesuatu;

(3) Pola yang sudah pasti untuk melakukan sesuatu. Misalnya : Tata cara berpakaian, tata cara berinteraksi dengan orang yang lebih tua, tata cara makan bersama orang lain, tata cara  menangani  orang  yang meninggal  dunia,  dan  sebagainya.  Perbedaan  pola perilaku tersebut akan menjadi unsur pembeda antara satuan manusia yang satu dengan satuan manusia yang lain.

referensi : elisa.ugm.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.