Lompat ke konten
Home » Ekonomi » Penggolongan Usul Investasi dan Pemilihan Alternatif

Penggolongan Usul Investasi dan Pemilihan Alternatif

  • oleh

Ada berbagai macam dalam menggolong-golongkan usul-usul investasi. Salah satu penggolongan usul-usul investasi didasarkan menurut kategori di bawah ini :

  • investasi penggantian.
  • investasi penambahan kapasitas.
  • investasi penambahan jenis produk baru.
  • investasi lain-lain.

Pada umumnya keputusan mengenai investasi penggantian adalah yang paling sederhana, yaitu misalnya suatu aktiva yang sudah aus (wear-out) atau usang (obselete) yang banus diganti dengan aktiva baru, kalau produksi akan temp dilanjutkan. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebagian besar dan keputusan mengenai investasi penggantian dapat diperhitungkan dengan lebih mudah.

Termasuk dalam golongan investasi penambahan kapasitas misalnya usul penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru. Investasi penambahan kapasitas seringjuga bersifat investasi penggantian misalnya mesin yang sudah tua yang tidak efisien akan diganti dengan mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan lebih efisien. Dengan sendirinya tingkat ketidakpastiannya pada investasi penambahan kapasitas lebih besar daripada investasi penggantian.

Golongan investasi yang ketiga ialah ivestasi untuk menghasilkan produk baru di samping tetap menghasilkan produk yang telah diprodusir pada waktu ini. Karena itu menyangkut produk baru maka investasi ini juga mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar.

Termasuk dalam golongan investasi lain-lain ialah usul-usul investasi yang titik temasuk dalam ketiga golongan tersebut, misalnya investasi untuk pemasangan alat pemanas (heater), alat pendingin (air conditioner), pemasangan sistem musik dimaksudkan untuk dapat meningkatkan moral para karyawan.

Pada umumnya jumlah usul-usul investasi yang diajukan di dalam perusahaan lebih banyak daripada besamya dana yang tersedia untuk dapat membelanjainya. Berhubung dengan itu maka perlu diadakan penilaian terhathp usul-usul investasi yang diajukan, untuk kemudian diadakan “ranking” atas dasar suatu kriteria tertentu. Pada akhirnya berdasarkan ukuran yang ditetapkan oleh perusahaan dapatlah dipilih usul- usul proyek mana yang dapat diterima, mana yang ditolak, dan mana yang ditunda pelaksanaannya.

Untuk perusahaan hutan misalnya HPH dengan sistem mekanis penuh, penggantian peralatan hams dilaksanakan semakin lama alat berat akan semakin tua dan prestasi kerja/produktivitasnya akan mengalami penurunan sehingga untuk mempertahankan tingkat produksi tertentu, maka alat yang sudah tua yang biasanya telah melewati umur pakainya perlu diganti (dengan alat yang baru).

Tingkat produksi/target produksi secara keseluruhan harus dipertahankan karena menyangkut efisiensi biaya dalarn beban biaya per m3 produksi. Apabila produksi turun maka beban biaya per m3 akan meningkat sehingga dapat menyebabkan keuntungan menurun. Invetasi peralatan juga dapat terjadi karena mesin yang ada pada suatu saat sudah menjadi usang, tidak diproduksi lagi mesin dengan model/merk yang sama sehingga dapat terjadi dengan mesin yang ada, terjadi kesulitan dapat memperoleh suku cadang sehingga terpaksa investasi mesin dengan model baru.

Kasus investasi pada penambahan kapasitas dapat terjadi misalnya pada unit persemaian. Suatu unit persemaian merencanakan penambahan produksi bibit karena sebagian bibit akan dijual kepada pibak lain, untuk ini diperlukan investasi baru/tambahan berupa fasilitas sarana dan prasarana. Investasi jenis produk baru pada umumnya banyak terjadi pada industri pengolahan kayu. Sebagai contoh adanya permintaan produk tertentu memerlukan adanya investasi mesin yang baru.

Pada dasarnya setiap keputusan investasi baru didasarkan atas pertimbangan di atas dan seterusnya perlu dikaji secara teliti berhubungan dengan aspek finansialnya dalam arti pengaruh di alas dalam masalah biaya dan pendapatan perusahaan. Aktiva tetap dengan pendanaan hutan bank misalnya akan berakibat adanya beban pembayaran angsuran hutang dan bunga secara tetap dan perusahaan harus mempunyai kernampuan untuk membayar secara kontinyu.

Jangka waktu pinjaman hutang perlu mempertimbangkan umur pakai masing- masing jenis peralatan, misalnya umumr pakainya 5-10 tahun, jangka waktu pinjaman

berkisar 5-10 tahun. Negosiasi dengan pihak bank perlu mempertimbangkan syarat bunga bank dengan suku bunga yang rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.