Lompat ke konten
Home » Ekonomi » Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Produksi Pokok Dalam Perusahaan

Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Produksi Pokok Dalam Perusahaan

  • oleh
  • Februari 8, 2021Februari 8, 2021

Menurut Mulyadi (1993), dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok :

1. Biaya Produksi

Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi  yang siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan ekuipmen, biaya  bahan baku, biaya bahan penolong, biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian, baik yang langsung maupun yang tidak langsung berhubungan dengan proses produksi. Menurut obyek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi:

biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (factory overhead cost). Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut pula dengan istilah biaya utama (prime cost), sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan  biaya  overhead  pabrik  sering  pula  disebut  dengan  istilah  biaya  konversi (conversion cost), yang merupakan biaya untuk mengkonversi (mengubah) bahan baku menjadi produk jadi.

  • Biaya  Bahan  Baku, adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan yang menjadi bagian pokok dari produksi selesai. Contoh, perusahaan mebel membuat meja  dan kursi bahan bakunya adalah kayu, maka  pengeluaran uang  untuk membeli kayu tersebut  akan  menjadi biaya bahan  baku.
  • Biaya tenaga   kerja   langsung,   merupakan   biaya   yang   dikeluarkan   untuk membayar tenaga kerja  yang langsung menangani proses produksi. Misalnya pada perusahaan  mebel  biaya tukang kayu.
  • Biaya Overhead Pabrik, adalah biaya yang dikeluarkan bagian produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, seperti biaya bahan penolong, gaji mandor, biaya tenaga kerja tidak langsung lainnya, perlengkapan (supplies) pabrik,  penyusutan,  listrik  dan air, biaya  pemeliharaan dan suku cadang,  dan lainlain biaya di pabrik (Sutrisno, 2000).

2. Biaya pemasaran

Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contohnya   adalah   biaya   iklan,   biaya   promosi ,   biaya   angkutan   dari   gedung perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran, biaya contoh (sample).

Menurut  Hansen  &  Mowen     (2001),  Biaya  pemasaran  adalah  biaya-biaya  yang diperlukan  untuk  memasarkan  produk  atau  jasa,  meliputi  biaya  gaji  dan  komisi tenaga jual, biaya iklan, biaya pergudangan dan biaya pelayanan pelanggan.

Menurut Henry Simamora (2002), Biaya pemasaran atau penjualan (Marketing Cost) meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapat pesanan pelanggan dan menyerahkan produk atau jasa ke tangan pelanggan.

Penggolongan Biaya Pemasaran

Mulyadi (2005) menggolongkan biaya pemasaran menjadi dua golongan, yaitu: (1). Order Getting Cost (Biaya untuk mendapatkan pesanan), yaitu semua biaya yang dikeluarkan dalam usaha untuk memperoleh pesanan. Contohnya; biaya gaji dan wiraniaga, komisi penjualan, advertensi dan promosi. (2). Order Filling Cost (Biaya untuk  memenuhi  pesanan),  yaitu  semua  biaya  yang  dikeluarkan  dalam  rangka mengusahakan agar produk sampai ke tangan pembeli/konsumen. Contohnya; biaya pergudangan, biaya pengangkutan dan biaya penagihan.

3. Biaya administrasi dan umum

Merupakan  biaya-biaya  untuk  mengkoordinasi  kegiatan  produksi  dan  pemasaran produk. Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan Bagian Keuangan, Akuntansi, Personalia  dan  Bagian  Hubungan  Masyarakat,  biaya  pemeriksaan  akuntan,  biaya fotocopy.

Jumlah  biaya  pemasaran  dan  biaya  administrasi  dan  umum  sering  pula  disebut dengan istilah biaya komersial (commercial expenses).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.