Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » Pengertian Motif Sosial

Pengertian Motif Sosial

  • oleh

Berikut ini adalah beberapa definisi motif sosial.

1. Pengertian Motif Sosial Menurut Lindgren (1073)

Motif sosial adalah motif yang dipelajari melalui kontak orang lain dan bahwa lingkungan individu memegang peranan yang penting.

2.  Pengertian Motif Sosial Menurut Barkowitz (1969)

Motif sosial adalah motif yang mendasari aktivitas individu dalam mereaksi terhadap orang
lain.

3.  Pengertian Motif Sosial Menurut Max Crimon dan Messick (1976)

Mengatakan bahwa seseorang menunjukan motif sosial, jika ia dalam membuat pilihan memperhitungkan akibatnya bagi orang lain.

4.  Pengertian Motif Sosial Menurut Heckhausen (1980)

Motif sosial adalah motif yang menunjukan bahwa tujuan yang ingin dicapai mempunyai interaksi dengan orang lain.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa definisi motif sosial adalah
motif yang timbul untuk memenuhi kebutuhan individu dalam hubungannya dengan lingkungan
sosialnya.

Motif timbul karena adanya kebutuhan/need.  Kebutuhan kebutuhan dapat diartikan
sebagai:

1.  Satu kekurangan universal dikalangan umat manusia dan musnah bila kekurangan itu tidak
      tercukupi.

2.  Satu kekurangan universal dikalangan umat manusia yang dapat membantu dan membawa
      kebahagiaan pada manusia bila kekurangan itu terpenuhi, walaupun hal itu tidaklah esensiil
      terhadap kelangsungan hidup manusia.

3.  Sebuah kekurangan yang dapat dipenuhi secara wajar dengan berbagai benda lainnya apabila
      ada benda khusus yang diingini tidak dapat diperoleh.

4.  Sifat taraf kebutuhan.

Kebutuhan               (need)  dapat  dipandang  sebagai  kekurangan  adanya  sesuatu,  dan  ini
menuntutt segera pemenuhannya, untuk segera mendapatkan keseimbangan. Situasi kekurangan
ini berfungsi sebagai suatu kekuatan atau dorongan alasan, yang menyebabkan seseorang
bertindak untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga kalau digambarkan prosesnya sebagai berikut:

Seperti telah disebut dimuka, kebutuhan dan motif tidak bisa diamati. Yang menampak atau yang bisa diamati perilakunya. Dari bentuk-bentuk perbuatan yang serupa kita simpulkan adanya kebutuhan dari motif itu. Selain pengamatan terhadap tingkah laku individu ada jalan lain untuk  mengetahui  atau  meyakini  adanya  kebutuhan  dan  motif  ialah  dengan  mengetahui pengalaman pribadi. Misalnya: seorang perokok pernah mengalami bagaiman kuatnya keinginan untuk mencari rokok apabila sudah lama tidak merokok, sehingga ia dapat membayangkan apabila hal tersebut menimpa orang lain.

Wood Worth dan Marquis membedakan motif atas:

1.  Motif yang tergantung pada keadaan dalam jasmani.

Motif ini merupakan kebutuhan organik. Misalnya: makan, minum, dsb.

2.  Motif yang tergantung hubungan individu dengan lingkungan.

Motif ini dibedakan menjadi:

a.  Emergency motive / motif darurat.

Ini adalah motif yang membutuhkan tindakan segera karena keadaan sekitarnya menuntut

demikian. Misalnya: motif untuk melepaskan diri dari bahaya, melindungi matanya dan

sebagainya.

b.  Objektif motive / motif objektif

Motif yang berhubungan langsung dengan lingkungan baik berupa individu maupun

benda. Misalnya: penghargaan, memiliki mobil, memiliki rumah bagus dan sebagainya.

Teevan dan Smith (1964) menggolongkan motif atau dasar perkembangannya menjadi dua kelompok yaitu:

1.  Motif Primer

Adalah motif yang timbulnya berdasarkan proses kimiawi fisiologik dan diperoleh dengan tidak dipelajari. Contohnya: haus dan lapar.

2.  Motif Sekunder

Adalah  motif  yang  timbulnya  tidak  secara  langsung  berdasarkan  proses  kimiawi psikologik dan umumnya diperoleh dari proses belajar baik melalui pengalaman maupun lingkungan. McClelland mengemukakan bahwa motif sekunder disebut juga dengan motif social yang terdiri dari:

a.  Motif berprestasi

b.  Motif berafiliasi

c.  Motif berkuasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.