Lompat ke konten
Home » Sosial Politik » Pendekatan Situasi Kepemimpinan

Pendekatan Situasi Kepemimpinan

  • oleh

Pendekatan   ciri   bawaan   pemimpin   mencoba   menjelaskan   fenomena kepemimpinan melalui beberapa ciri yang dimilki oleh para pemimpin. Kemudian, pendekatan perilaku pemimpin telah menambah pengetahuan mengenai fenomena kepemimpinan   melalui   penjelasan   tentang   gaya   kepemimpinan.  

Keduanya sebagaimana telah diterangkan di muka, memiliki kelemahan-kelemahan, meskipun memberikan sumbangan bagi pemahaman fenomena kepemimpinan dan menjadi landasan  bagi  perkembangan  pendekatan  yang  lebih  baru. 

Dua  pendekatan terdahulu ini telah gagal untuk menjelaskan faktor situasi sebagai faktor yang sangat  penting  dalam  kepemimpinan.  Kepemimpinan  dengan  demikian,  bukan hanya didukung oleh faktor bawaan pemimpin dan faktor perilaku pemimpin, tetapi juga terdapat faktor laun, yaiti situasi kepemimpinan.

Pendekatan situasi kepemimpinan tidak mementingkan gaya kepemimpinan yang terbaik, tetapi gaya semacam apa yang efektif dalam suatu situasi tertentu. Dengan demikian, suatu gaya kepemimpinan dalam situasi yang satu tidak sama dengan gaya kepemimpinan pada situasi yang berbeda. Gaya kepemimpinan yang sesuai pada lingkungan industri, barangkali gaya kepemimpinan itu tidak relevan untuk lingkungan lembaga pendidikan.

Bahkan, dalam satu lembaga pendidikan misalnya, gaya kepemimpinan yang relevan untuk staf administrasi, barangkali tidak relevan  untuk  staf  pengajar.  Jadi  sejumlah  gaya  kepemimpinan  merupakan kepemimpinan yang efektif atau tidak efektif, sangat tergantung pada elemen situasi yang penting itu.

Kepemimpinan sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh serangkaian faktor situasi.   Faktor   situasi   yang   mempengaruhi   perilaku   pemimpin   antara   lain karakteristik manajemen yang ada, karakteristik bawahan yang dihadapi, faktor kelompok-kelompok  dalam  organisasi  serta  faktor-faktor  lain  yang  ada  dalam organisasi dan sebagainya, yang semua itu merupakan lingkungan dari pemimpin dalam  melakukan  kepemimpinannya. 

Sangat  tidak  mudah  untuk  menyebutkan semua faktor yang dinyatakan sebagai lingkungan bagi pemimpin ini, tetapi semua itu secara jelas menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses yang kompleks.

Hal yang paling penting dari pendekatan situasi kepemimpinan ini adalah menegnai kesiapan dari orang yang dipimpin, yang sering disebut dengan anggota atau pengikut. Pemimpin menjalankan kepemimpinannya terhadap anggota atau pengikut. Menurut pendekatan ini, kesiapan atau kematangan dari para anggota atau   pengikut   ini   merupakan   unsur   yang   penting   dalam   pelaksanaan kepemimpinan.

 Jadi tingkat kesiapan atau kematangan dari pengikut atau anggota itu bervariasi, dan ini sangat menentukan efektif tidaknya suatu kepemimpinan. Pemimpin  untuk  menjalankan  suatu  kepemimpinan  yang  efektif  harus  melihat tingkat  kesiapan  dan  kematangan  para  pengikut  atau  anggota  ini.  Meskipun demikian, kemampuan pemimpin untuk menilai tingkat kesiapan atau kematangan anggota atau pengikut ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor pula, termasuk anggapan dari pemimpin itu sendiri.

Meskipun pendekatan yang ketiga ini merupakan pendekatan yang dinilai paling   baik   dalam   menggambaran   fenomena   kepemimpinan,   tetapi   sampai sekarang  ini  belum  mencapi  bentuk  akhirnya.  Artinya,  di  bawah  pengaruh pendekatan situasi kepemimpinan ini sampai kini para ahli masih terus melakukan studi mengenai kepemimpinan.

Berbagai studi yang dilakukan memang kemudian mampu memperjelas dan memperluas apa yang menjadi dasar dan ciri utama dari pendekatan ini, bahwa kepemimpinan itu berkaitan dengan serangkaian situasi tertentu serta kepemimpinan itu merupakan suatu proses yang kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.