Lompat ke konten
Kategori Home » Ilmu Psikologi » Pemrosesan Top-down dan Pattern Recognition

Pemrosesan Top-down dan Pattern Recognition

  • oleh

Pendekatan ini menekankan bagaimana konsep seseorang dan proses level yang lebih tinggi mempengaruhi rekognisi pola. Berdasarkan pendekatan ini, pengetahuan kita tentang bagaimana dunia diorganisasikan membantu dalam mengidentifikasi pola. Kita berharap bentuk yang tepat ditemukan pada tempat yang tepat. Harapan ini membantu kita mengenali pola dengan cepat.

Pentingnya persepsi :

a. Gejala kognitif yang lebih tinggi tingkatannya.

b. Dipengaruhi iltelektualitas masa lalu.

Proses persepsi :

Stimulus > memori respon > pattern recognition > atensi > STM > LTM.

Model persepsi :

a.            Constructive perception, yaitu stimulus yang diterima akan diseleksi oleh memori sensoris.

b.            Direct perception, yaitu adanya tambahan informasi dari lingkungan. Macam-macam stimulus :

a.            Data driven : tunggal

b.            Conceptually driven : kompleks

Faktor-faktor yang berperan dalam persepsi :

1. Objek yang dipersepsi

Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor.

2. Alat indera, saraf, dan pusat susunan saraf

Saraf sensoris berguna sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan saraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan saraf motoris. Alat indera, saraf, dan pusat susunan saraf merupakan syarat fisiologis dalam proses persepsi.

 3. Perhatian/ atensi

Atensi atau perhatian adalah langkah pertama sebagai suatau persiapan dalam mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. Perhatian adalah syarat psikologis dalam proses persepsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *