Pemenuhan kebutuhan dana pada dasamya dapat dibedakan antara cara pemenuhan kebutuhan dana secara sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan masingmasing aktiva yang akan dibiayai, dan cara pemenuhan kebutuhan dana secara keseluruhan dengan memandang semua kebutuhan sebagai satu kesatuan atau satu kelompok.
Apabila dalam memenuhi kebutuhan dana itu kita mendasarkan pada kebutuhan masing-masing aktiva secara individuil dikatakan bahwa kita menggunakan sistem pembelanjaan partiil. Dengan demikian sistem pembelanjaan partiil adalah sistem pemenuhan kebutuhan dana yang mendasarkan pada perputaran dan waktu terikatnya dana pada masing-masing aktiva secara individuil.
Sistem ini menggunakan prinsip bahwa kebutuhan dana untuk setiap aktiva atau setiap macam kebutuhan, harus dibiayai dengan dana sendiri-sendiri yang sesuai dengan jumlah dana dan lamanya kebutuhan. Dengan demikian ini berarti bahwajumlah dana yang digunakan oleh perusahaan terdiri dari beberapa macam dana atau kredit yang berbeda-beda baik dalam jumlah, larna waktunya, maupun dalam saat kapan kredit tersebut harus dibayar kembali.
Adapun cara lain dalam memenuhi kebutuhan dana ialah kalau kita melihat sernua kebutuhan dana itu sebagai satu kesatuan atau satu kelompok, bukan secara individuil. Apabila dalam memenuhi kebutuhan dana tersebut digunakan cara yang demikian. dikatakan bahwa kini menggunakan sistem pembelanjaan total.
Dengan demikian dimaksudkan sebagai sistem pembelanjaan total adalah sistem pemenuhan kebutuhan dana yang mendasarkan pada perputaran dana yang ditanamkan alam kelompok aktiva atau keseluruhan aktiva sebagai suatu kesatuan. Dalam hal yang demikian akan nampak bahwa ada sebagian dana yang sifatnya permanen, tertanam dalam aktiva dan ada sebagian dana lainnya yang bersifat variabel, yang berubahubah jumlahnya dari waktu ke waktu.
Aplikasi konsep di atas adalah jenis keperluan dana bermacam dan jangka waktunya berlainan sehingga biasanva ada diversifikasi dalam usahanya untuk mendapatkannya. Sebagai contoh untuk membayar gaji perlu segera dipenuhi karena merupakan skala prioritas.
Keterlambatan pembayaran gaji akan mengakibatkan gejolak karyawan sehingga dapat mempengaruhi kinerja. Apabila karena sesuatu hal perusahaan tidak mempunyai uang kas yang cukup untuk membayar gaji maka segera harus diusahakan pemenuhannya misalnya dengan hutang jangka pendek dalam kasus ini model/sistem pembelanjaan ini dinamakan distem partiil.
Keperluan pembelanjaan diselesaikan kasus per kasus dan setiap kasus dengan model pemenuhannya masingmasing. Sedangkan pembelanjaan total dalam prakteknya misalnya perusahaan hutang ke bank untuk modal kerja secara keseluruhan (kelompok aktiva lancar), selanjuthya perusahaan mengatur sendiri pemanfaatan hutang tersebut menurut keperluan.
Dalam hal hutan untuk pembelian aktiva tetap misalnya alat berat dapat terjadi untuk traktor hutang kepada bank A dengan persyaratan angsuran dan bunga tertenu dan jangka waktu pengembaliannya. Selanjutnya untuk logging truck hutang dengan bank B dengan persyaratan dll yang berbeda dengan hutang untuk pembelanjaan traktor. Pada kesimpulannya keperluaan dana merupakan sesuatu yang dinamik sehingga perlu ada kajian altematif pemenuhan.