Lompat ke konten
Home » Sosial Politik » Pemahaman Tentang Pembangunan Sosial

Pemahaman Tentang Pembangunan Sosial

  • oleh
  • November 25, 2021November 25, 2021

Pentingnya memasukkan aspek sosial dalam perencanaan pembangunan :

  • fakta bahwa rencana sering gagal jika pertimbangan sosial tidak diperhitungkan.
  • Sebagai pendukung tercapainya tujuan pembangunan yang lain.

Menyangkut peran para perencana sosial :

Pembangunan tidak semata mata hanya pembangunan ekonomi. Pembangunan menyangkut dimensi yang sangat luas termasuk didalamnya dimensi kemanusiaan. Kenyataan membuktikan bahwa dimensi ekonomi sering kali mendominasi arah pembangunan dan meninggalkan dimensi dimensi sosial. Untuk itu dibutuhkan peran perencana sosial untuk dapat memasukkan aspek sosial didalam proses perencanaan pembangunan.

Peran perencana sosial dapat melalui prosedur berikut :

1. Pemantauan perubahan sosial :

Dalam konteks ini perencana sosial dapat memantau terjadinya perubahan struktur, tersedianya fasilitas pelayanan sosial, kebiasaan kebiasaan, sikap masyarakat , yang kesemuanya ini dapat digunakan sebagai pelengkap data tentang keadaan sosial.

2. Perumusan program dan kebijakan sosial :

Perencana sosial dapat meyakinkan pentingnya aspek sosial untuk dapat ikut diperhatikan dalam perencanaan pembangunan dengan memasukkan aspek sosial itu didalam perencanaan nasional yang kemudian akan diturunkan menjadi kebijakan nasional . Implementasinya nanti kemudian pada program pembangunan yang telah mengakomodasikan aspek sosial untuk menangani masalah masalah sosial tertentu.

3. Menelaah dampak sosial pada program pembangunan nasional. Ini dapat dilakukan saat kebijakan dan program sedang diformulasikan. memantau dampak program yang telah dilaksanakan.

4. Penerapan pertimbangan sosial pada prosedur perencanaan rutin dengan cara :

  • penerapan kontrol resmi.
  •  Mempengaruhi pengambilan kebijakan , dengan :
    • mengalokasikan sumber dana dan tenaga bagi pembangunan sosial, dengan memberikan prioritas pada aspek sosial seperti : kesejahteraan sosial, pemeliharaan kebudayaan tradisional (menyangkut martabat manusia).
    • keadilan sosial : mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul dengan adanya ketimpangan antar individu dan kelompok. Misalnya intensifikasi pertanian , dampaknya pada seluruh petani atau petani kaya saja.

Kesulitan dalam memasukkan aspek sosial dalam pembangunan:

1. Kesulitan dalam mengisolasi faktor sosial karena sulit diterjemahkan ke dalam rencana pelaksanaan.

2. Kesulitan mengukur faktor sosial.

3. Konflik antara tujuan sosial dengan tujuan ekonomi.

4. Konflik antara idealisme dengan kenyataan politik.

Tentang pengukuran faktor sosial

a. Pentingnya pengukuran faktor sosial

  • Tanpa patokan apapun pembangunan sosial hanya akan menjadi buah bibir.
  • Pengukuran akan mengungkap variasi kondisi sosial dari penduduk yang berbeda.
  • Akan membuka perubahan kondisi sosial yang terjadi dalam kurun waktu tertentu

b. Dilema pengukuran

  • Pembangunan merupakan proses yang kompleks dan multi–dimensional sehingga tidak mudah menarik batas antara yang sosial dan non–sosial.
  • Apabila sudah dapat ditarik garis batas pertanyaannya kemudian : nilai–nilai siapa yang dianut ?
  • Ada beberapa tujuan sosial yang sulit dikuantitatifkan (harga diri, kekuasaan, keadilan).

c. Pengukuran tingkat keberhasilan pembangunan sosial mencakup :

  • Seberapa jauh in–put sumber telah menghasilkan out–put yang dituju sepadan dengan rencana.
  • Seberapa jauh pembangunan sosial mencapai tujuan.

d. Standart pembangunan sosial meliputi :

1. Kebutuhan dasar minimum

2. Keadilan distributif dan persamaan

3. Partisipasi rakyat dan pemberian kekerasan

4. Kepercayaan diri

5. Peningkatan potensialitas manusia:

  • Seberapa jauh tindakan pembangunan sosial dari sektor yang saling berkaitan melengkapi satu sama lain dan melengkapi dimensi lain pembangunan sosial.
  • Seberapa jauh besaran pelaksanaan pembangunan sosial telah memecahkan masalah pembangunan sosial yang dihadapi.
  • Seberapa jauh kemajuan pembangunan sosial yang benar–benar dilaksanakan bersifat responsif terhadap tujuan kebijakan dasar seperti tertera dan rencana.

Referensi :

1. Conyers , Diana, 1982: An Introduction to Social Planning in the Third World , Johns & Sons Newyork, Brisbane, Toronto, Singapore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.