Lompat ke konten
Home » Keperawatan » MANAGEMEN PASIEN INTOKSIKASI

MANAGEMEN PASIEN INTOKSIKASI

  • oleh

Prinsip umum manajemen intoksikasi adalah diagnosis, penilaian dan resusitasi, manipulasi obat (menghentikanlmengurangi absorbsi, mempercepat ekskresi, antidotum), dan tindakan suportif yang kontinyu.

Diagnosis:

Pada pasien-pasien tidak sadar harus selalu dipertimbangkan adanya kemungkinan terjadinya obat yang overdosis. Informasi yang berkaitan dengan hal ini harus dilacak dari keluarga, teman, atau pihak medik sebelumnya mengenai:

  • Riwayat umum tentang kesehatannya
  • Informasi mengenai kemungkinan keracunan atau obat overdosis
  • Pertolongan yang telah dilakukan terhadap pasien.

Penilaian dan Resusitasi:

Hal ini harus dilakukan secara simultan. Airway, breathing dan Circulation, diniiai sekaligus dilakukan bantuan bila diperlukan. Dilakukan penilaian terhadap berat ringannya kondisi Minis, apakah pasien sedang dalam keadaan kritis (jiwanya terancam, atau berpotensi kritis, atau dalam keadaan aman.

Bila perlu dilakukan proteksi atau antisipasi terhadap kemungkinan aspirasi isi lambung kedalam paru-paru. Juga pemberian cairan per inflis bila ada indikasi. Dilakukan identifikasi racun atau obat penyebab bila mungkin sekaligus proses terjadinya keracunan, apakah kecelakaan atau disengaja.

Pemeriksaan dan pemantauan:

Pada umumnya pasien intoksikasi hanya memenlukan pemantauan dan pemeriksaan dasar. Pada waktu awal pemantauan tauda-tanda vital, dan tingkat kesadaran tiap 15 menit.

  • Segera dilakukan foto rontgen torak untuk melihat elektasis dan kemungkinan aspirasi.
  •  EKG (elektrokardiografi) 12 lead, dan bila perlu dipantau secara kontinyu
  • Pulsoksimetri
  • Hematologi & biokimiawi rutin ci Anafisa Gas darah
  • Kadar racun atau obat dalam darah, urin, dan isi lambung.

Tindakan aktif manipulasi obat:

  • Pengurangan absorbsi obat: induksi muntah, cuci lambung, pemberian arang aktif dan irigasi usus
  • Percepatan ekskresi obat diuresis paksà, faecuresis (manitol diberikan bersamaan dengan arang aktif)
  •  Hemocliaiisis, hemoperliision
  • Pemberian antidotum

Tindakan perawatan suportif umum berupa:

  • Penilaian secara reguler (sering) terhadap airway, breathing & circulalion
  • Posisikan pasien secara regular
  • Pipa nasogastrik ci Kateter urin ci Perawatan mulut, mata dan ektremitas
  • Tindakan profilaksis terhadap kemungkinan ulkus karena stress.

Tindakan terapi suportif:

– Perlakuan umum terhadap pasien tidak sadar

– Fungsi vital selalu dimonitor, diberikan bantuan bila berindikasi

– Penghangatan pasien melalui udara ventilasi dan cairan inflis, juga selimut hangat.

– Pemberian antibiotika

– Diazepam i.v. intermiten bila perlu

– Terapi aritmia

– Pemberian rumatan cairan, elektrolit dan nutrisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.