Lompat ke konten
Home » Teknik Sipil » Konsep-konsep Dasar Mekanika Bahan

Konsep-konsep Dasar Mekanika Bahan

  • oleh

Suatu struktur dibuat dengan tujuan antara lain untuk memikul beban-beban yang ada, baik berat sendiri maupun beban-beban lain misalnya penghuni, alat-alat, kendaraan, angin, gempa dan kejut. Akibat beban, struktur akan memberikan respons yang dapat berupa reaksi tumpuan, regangan, dan tegangan dalam, serta perubahan bentuk (deformasi).

Respons struktur antara lain tergantung pada bentuk geometri struktur dan bahan yang digunakan, oleh karena itu pemahaman tentang sifat-sifat bahan sangat diperlukan agar struktur dapat direncanakan dengan baik, aman, dapat berfungsi selama waktu yang telah ditentukan dan ekonomis.

Pengetahuan tentang sifat-sifat bahan, terutarna sifat mekanik pada urnurnnya dapat diperoleh dan eksperimen yang didukung oleh teori-teori. Teori dan eksperimen biasanya saling mendukung. Tidak jarang terjadi metode eksperirnen ditempuh sebelum teori yang bersesuaian ditemukan, begitu pula sebaliknya.

Konsep-konsep Dasar Mekanika Bahan

Beberapa konsep dasar agar suatu struktur dapat berfungsi harus memenuhi syarat-syarat:

  • kekuatan (strength)
  • kekakuan (stiffness) dan
  • stabilitas (stability)

Salah satu respons struktur akibat beban luar adalah terjadinya tegangantegangan dalam. Dalam perancangan struktur, tegangan tersebut perlu dibatasi, sehingga tidak melampaui nilai tertentu misalnya tegangan ijin. Perancangan yang didasarkan pada batasan tegangan ini dinamakan perancangan yang berdasarkan kekuatan (design for strength).

Disamping tegangan dalam tersebut, dapat terjadi suatu struktur akan berubah bentuk/deformasi, misalnya sebuah balok yang terkena beban akan melendut. Jika disyaratkan bahwa struktur tidak boleh terjadi Iendutanldefleksi yang besar atau hams cukup kaku, maka perancangan mi dinamakan perancangan yang memperhatikan kekakuan (design for stiffness).

Selain persyaratan di atas, struktur dan bagian-bagiannya harus stabil, dimana tidak akan terjadi keruntuhan yang mendadak yang menyebabkan stabilitas secara keseluruhan terganggu. Dalam hal tertentu ada tambahan persyaratan, misalnya dengan beban yang berlebih struktur harus mampu berdeformasi besar tanpa disertai pengurangan kekuatan yang berarti atau bersifat hat (ductile) disamping juga memenuhi persyaratan tahan selama waktu pelayananlpemakaian tertentu (durability).

Referensi : Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.