Lompat ke konten
Home » Ekonomi » Konsep Akuntansi Biaya

Konsep Akuntansi Biaya

  • oleh
  • Februari 8, 2021Februari 8, 2021

Biaya adalah merupakan obyek yang dicatat, digolongkan, diringkas dan disajikan oleh akuntansi biaya. Berikut adalah beberapa definisi tentang biaya dari berbagai sumber:

  • Menurut Supriyono (2000), Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.
  • Menurut  Henry  Simamora  (2002),  Biaya  adalah  kas  atau  nilai  setara  kas  yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.
  • Menurut Mulyadi (2001), Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis  yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.
  • Menurut Masiyah Kholmi (dalam Simamora, 2002), Biaya adalah pengorbanan sumber daya atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat di saat sekarang atau di masa yang akan datang bagi perusahaan.

Biaya merupakan pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa (Sutrisno, 2000).

Dalam arti luas Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang di ukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Ada 4 unsur pokok dalam definisi biaya tersebut di atas :

1.   Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi,

2.   Diukur dalam satuan uang,

3.   Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi,

4.   Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.

Dalam arti sempit biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva.

Biaya adalah :

  • Penggunaan sumber-sumber ekonomi yang diukur dengan satuan uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.
  • Manfaat yang dikorbankan untuk memperoleh barang dan jasa

Beban: Biaya yang telah memberikan suatu manfaat dan sekarang telah berakhir (expired).

Contoh :

Perusahaan percetakan mencetak buku berjudul ”Akuntansi Biaya”. Untuk itu perusahaan memakai 1.000 rim kertas HVS 80 gram dengan harga Rp. 2.000 per rim, sehingga total harga kertas yang dipakai untuk mencetak buku tersebut Rp. 2.000.000.

Dari contoh 1 tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa biaya untuk membuat buku berjudul ”Akuntansi Biaya” berjumlah Rp. 2.000.000 karena :

1.   Kertas 1.000  rim  yang  dipakai  dalam  percetakan  buku  tersebut  merupakan pengorbanan  sumber  ekonomi.  Kertas  tersebut  merupakan  benda  atau  sumber ekonomi,   karena   memiliki   unsur   langka.   Untuk   mendapatkan   kertas   tersebut perusahaan membutuhkan pengorbanan uang.

2.   Pengorbanan tersebut tersebut  diukur dalam satuan  uang. Jumlah  kertas  yang dikorbankan untuk membuat buku tersebut  adalah 1.000  rim. Karena  harganya  per rim Rp. 2.000, maka biaya pembuatan buku tersebut adalah Rp2.000  x 1.000 = Rp. 2.000.000. Yang merupakan  biaya bukanlah 1.000  rim,  melainkan Rp. 2.000.000. Agar    pengorbanan     sumber    ekonomi    untuk    tujuan    tertentu    dapat digabungkan/dijumlah  maka ukuran  yang dipakai  untuk menilai  pengorbanan tersebut harus  sama.  Satu-satunya  ukuran  yang  dapat  digunakan  untuk menyatakan ukuran pertgorbanan  sumber  ekonomi  adalah  satuan  uang.

3.   Pengorbanan sumber  ekonomi  tersebut  telah  terjadi.

4.   Pengorbanan  sumber  ekonomi    tersebut    adalah    bertujuan,    yaitu    untuk mencetak buku ”Akuntansi Biaya”. (Mulyadi, 1993)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.