Lompat ke konten
Home » Sosial Politik » Keputusan Rutin dan Keputusan Tidak Rutin

Keputusan Rutin dan Keputusan Tidak Rutin

  • oleh
  • Oktober 27, 2021Oktober 27, 2021

Dilihat dari masalah yang muncul, keputusan dalam organisasi dapat dibedakan antara keputusan mengenai hal yang rutin atau berulang-ulang terjadi dan keputusan yang tidak rutin. Dalam aktifitas suatu organisasi, terdapat masalah-masalah atau persoalan-persoalan yang sama dan terjadi secara rutin sehingga keputusan-keputusan yang dibuatpun relatif mudah dilakukan.

Keputusan-keputusan semacam ini dapat dibuat dan dilaksanakan secara afaktif dengan mengikuti pola-pola tertentu, misalnya yang telah dibakukan dalam bentuk petunjuk pelaksanaan, yang disusun berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah terjadi sebelumnya.

Organisasi-organisasi pada umumnya mengembangkan kebiasaankebiasaan dalam bentuk prosedur-prosedur kerja standar untuk menghadapi situasi-situasi yang bersifat berulang kembali atau repetitif. Keuntungan dari pola ini adalah mengurangi jumlah pemikiran kembali yang diperlukan dalam situasi-situasi yang kurang lebih sama.

Selain itu akan memberikan keuntungan dalam bentuk menghemat waktu dan menghemat energi sehingga dapat dipergunakan untuk memikirkan hal-hal yang lain. Sebagai contoh, penyusunan anggaran belanja suatu organisasi merupakan persoalan yang sifatnya selalu berulang dari tahun ke tahun. Dalam hal ini organisasi telah memiliki prosedur kerja yang telah terpola sehingga untuk mengatasi masalah tersebut keputusan rutin dapat dilakukan.

Situasi keputusan lainnya mungkin berbeda dengan apa yang terjadi di masa lampau sehingga tidak bersifat repetitif. Dalam hal ini terdapat suatu persoalan yang baru dan tidak rutin terjadi. Jadi masalah atau persoalan yang dihadapi itu sifatnya unik, sehingga membutuhkan pemikiran dan cara pengambilan keputusan yang tidak rutin.

Sebagai contoh, perubahan kebijakan pemerintah yang diputuskan dalam bentuk pengurangan subsidi bahan bakar minyak akan berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan. Persoalan yang terjadi ini tidak rutin terjadi sehingga menuntut pemikiran dari para pimpinan perusahaan untuk mengambil keputusan menghadapi persoalan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.