Lompat ke konten
Kategori Home » Sosial Politik » Interaksi simbolik (symbolic interactionism)

Interaksi simbolik (symbolic interactionism)

  • oleh

Interaksi simbolik (symbolic interactionism) mempelajari cara-cara diri dan cara diri dan lingkungan sosial secara imbang saling menentukan dan mempertajam melalui lingkungan sosial secara imbang saling menentukan dan mempertajam melalui komunikasi simbolik. Konsepkomunikasi simbolik.

Konsep-konsep intekonsep interaksi yang dipakai berasal dari filsafat raksi yang dipakai berasal dari filsafat pragmatisme. Lindlof (1995: 40pragmatisme. Lindlof (1995: 40–42) menyebut inti dari pragmatisme ini adalah 42) menyebut inti dari pragmatisme ini adalah pandangannya yang menganggap makna sebagai suatu kebutuhan yang diharapkanpandangannya yang menganggap makna sebagai suatu kebutuhan yang diharapkan dalam pelaksanaandalam pelaksanaan–pelaksanaan praktisnya.

Implikasinya, perbedapelaksanaan praktisnya. Implikasinya, perbedaan penggunaan an penggunaan makna lebih ditentukan oleh perbedaan prosedur dalam mengantisipasi dan mengenali makna lebih ditentukan oleh perbedaan prosedur dalam mengantisipasi dan mengenali lingkungan sosialnya. Selain itu, pragmatisme mencakup analisis dan upaya perbaikan lingkungan sosialnya.

Selain itu, pragmatisme mencakup analisis dan upaya perbaikan masalahmasalah–masalah sosial. Keyakinan terhadap aturan yang seimbang antara konsemasalah sosial. Keyakinan terhadap aturan yang seimbang antara konsep diri p diri dan sosial, pada suatu waktu mengantar para penganut aliran ini mengawali reformasi dan sosial, pada suatu waktu mengantar para penganut aliran ini mengawali reformasi sosial dalam ketenagakerjaan dan pendidikan untuk memediasi akibat desktrutif dari sosial dalam ketenagakerjaan dan pendidikan untuk memediasi akibat desktrutif dari kapitalisme industri.kapitalisme industri.

Ahli psikologi sosial G.H. Mead, seperti dikemukakan Lindlof

Ahli psikologi sosial G.H. Mead, seperti dikemukakan Lindlof (1995: 42), (1995: 42), menyebut komunikasi sosial sebagai sesuatu hal yang krusial dalam pengembangan menyebut komunikasi sosial sebagai sesuatu hal yang krusial dalam pengembangan konsep diri seseorang.

Dengan mengingat bahwa masyarakat terbentuk akibat adanya konsep diri seseorang. Dengan mengingat bahwa masyarakat terbentuk akibat adanya realitas kehidupan kelompok yang diwujudkan dalam perilaku atau interaksi kooperatirealitas kehidupan kelompok yang diwujudkan dalam perilaku atau interaksi kooperatif, f, masingmasing–masing orang kemudian mencoba memahami atau menegaskan kemauan masing orang kemudian mencoba memahami atau menegaskan kemauan orang lain melalui symbolorang lain melalui symbol–simbol yang bermakna. Simbol ini berupa simbol yang bermakna.

Simbol ini berupa gesture gesture baik verbal baik verbal maupun nonverbal. Herbert Blumer kemudian mengembangkan pendapat Mead maupun nonverbal. Herbert Blumer kemudian mengembangkan pendapat Mead dengan mengatakan bahwa makdengan mengatakan bahwa makna muncul secara langsung dari adanya interaksi na muncul secara langsung dari adanya interaksi sosial.

Di dalam kenyataan yang sesungguhnya makna tak lebih dari dasar seseorang sosial. Di dalam kenyataan yang sesungguhnya makna tak lebih dari dasar seseorang ketika menyikapi hal atau orang lain. Bentuk umum dari tindakan dalam kehidupan ketika menyikapi hal atau orang lain. Bentuk umum dari tindakan dalam kehidupan kelompok, seperti dikemukakan Denzin (1977) adkelompok, seperti dikemukakan Denzin (1977) adalah tindakan bersama atau alah tindakan bersama atau joint act.joint act.

Interaksi simbolik Dalam penelitian komunikasi

Dalam penelitian komunikasi, interaksi simbolik banyak dipelajari dalam kaitannya dengan ekspresi simbolik pada beragam proses afiliasi dan konflik sosial. kaitannya dengan ekspresi simbolik pada beragam proses afiliasi dan konflik sosial.

Interaksi simbolik membantu penjelasan tentang hubungan antaraInteraksi simbolik membantu penjelasan tentang hubungan antara pengetahuan, motif, pengetahuan, motif, dan perencanaan pesan. Faules dan Alexander (1978) mencatat bahwa interaksi dan perencanaan pesan.

Faules dan Alexander (1978) mencatat bahwa interaksi simbolik merupakan sebuah cara untuk memahami makna dalam suatu keterlibatan simbolik merupakan sebuah cara untuk memahami makna dalam suatu keterlibatan dan tindakan. Selain itu, interaksi simbolik juga berpengaruh besar terhadap dan tindakan.

Selain itu, interaksi simbolik juga berpengaruh besar terhadap perkeperkembangan pendekatan konstruktifis pada komunikasi interpersonal (Delia, 1977: mbangan pendekatan konstruktifis pada komunikasi interpersonal (Delia, 1977: 6666–83).83).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *