Lompat ke konten
Home » Arsitektur » Fungsi dan Nilai Ruang Terbuka Kota

Fungsi dan Nilai Ruang Terbuka Kota

  • oleh
  • Oktober 22, 2021Oktober 22, 2021

Secara umum ruang terbuka dianggap sebagai “semua tanah dan air yang tidak tertutup bangunan”. Dengan definisi ini ruang terbuka dianggap sebagai bagian dari permukaan tanah, di dalam area permukiman atau diluar area tersebut. Keberadaan ruang terbuka di dalam kota sangat penting, baik bagi penduduk maupun Iingkungan kota, karena ada beberapa nilai yang dikandungnya. Nilai-nilai tersebut diaktualisasikan dalam hubungan manusia dengan alam.

Dengan mengenal pentingnya ruang-ruang terbuka, seseorang dapat memahami nilai yang dikandung ruang-ruang terbuka tersebut. Ruang terbuka sangat penting bagi masyarakat. Ruang-ruang tersebut mempunyai berbagai fungsi atau manfaat, seperti ruang untuk kegiatan rekreasi, mengurangi polusi udara dan suara, mempengaruhi cuaca setempat, serta manfaat psikologis dan estetika.

Dari berbagai fungsi ruang terbuka, nilai dari ruang terbuka dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori, seperti dikatakan oleh Bradly dan Milward (1984), yaitu: nilai sosial dan budaya, nilai psikologis, nilai ekologi dan alam, dan nilai estetika atau keindahan. Sedangkan Setiawan (2003) menambahkan adanya nilai ekonomi pada ruang terbuka kota.

  • Nilai sosial dan budaya

Bradly dan Millward (1984) mengatakan bahwa penduduk urban membutuhkan lebih banyak berhubungan dengan alam, karena hal ini merupakan bagian dari kehidupan urban. Penduduk urban hanya mempunyai tempat untuk tinggal yang terbatas luasannya, karena mahalnya harga tanah di kota. Oleh karena itu, mereka membutuhkan ruang-ruang terbuka untuk interaksi sosial dengan tetangga, keluarga dan teman-temannya.

Taman, plaza, dan ruang-ruang trebuka informal sering dipakai untuk pertunjukan musik, budaya tradisional, pawai dan kegiatan lainnya di hari libur. Sehingga, ruang terbuka sangat bermanfaat untuk arti-arti sosial dan budaya.

  • Nilai psikologis

Pada konteks ini, nilai ruang terbuka tidak hanya sebagai tempat untuk pertemuan sosial, keluarga, tetangga dan tempat bermain anak-anak, tetapi juga sebagai tempat bagi seseorang untuk menyendiri, dan menikmati kesunyian. Ruang terbuka dapat dipakai sebagai tempat duduk pelepas lelah sementara di siang hari, sebelum seseorang mulai bekerja kembali dengan kondisi psikologis lebih segar.

  • Nilai ekologi dan alam

Ruang-ruang hijau di dalam kota dan di pinggir kota dapat berfungsi sebagai paru-paru kota, yang menyaring debu dan polutan lainnya, sehingga udara menjadi lebih bersih dan lugnkungan menjadi lebih baik. Selain itu ruang-ruang terbuka dapat mengurangi tingkat kebisingan yang disebabkan oleh kendaraan bermotor.

  • Nilai estetika

Nilai ini dikandung oleh ruang terbuka karena kontribusinya kepada pemandangan atau lansekap kota. Lansekap yang bagus akan memacu tumbuhnya apresiasi bagi yang menikmatinya. Menikmati alam tidak lagi untuk alasan-alasan ekonomi atau sosial, tetapi suatu rasa menikmati kualitas alam. Dalam konteks ini intervensi manusia pada pengelolaan ruang terbuka akan menentukan nilai estetika dari ruang terbuka tersebut.

  • Nilai ekonomi

Nilai ekonomi yang dikandung ruang terbuka kota kadang-kadang justru menempati peringkat paling tinggi atau dominan, karena semakin banyaknya penduduk kota yang memerlukan ruang untuk kebutuhan kegiatan ekonomi, sementara lahan semakin terbatas. Kegiatan berjualan di ruang terbuka atau berdagang kaki lima yang selalu memanfaatkan ruang terbuka kota banyak ditemui di semua kota di Indonesia. Ruang terbuka juga dapat dipakai untuk melakukan eksibisi atau pameran dengan menjual produk-produk tertentu.

Seperti halnya nilai-nilai yang dikandung ruang terbuka di atas, Spitthover dalam Kennedy dan Kennedy (1997) menjelaskan juga manfaat ruang terbuka untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekologi, antara lain sebagai tempat untuk:

  • Tumbuh dan berkembangnya anak
  • Kegiatan rekreasi, istirahat dan relaksasi
  • Kontak social
  • Kegiatan dan kreativitas individual
  • Kehidupan flora dan fauna
  • Tumbuhnya tanaman pangan
  • Komposting (pengolahan sampah)
  • Menyimpan dan menyaring air hujan
  • Fasilitas pengolahan air secara alami
  • Parkir kendaraan (mobil, sepeda, dll)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.