Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » Feature-Integration Theory

Feature-Integration Theory

  • oleh

Anne Treisman mengemukakan feature-integration theory, kita kadang- kadang dapat memproses gambar secara otomatis, dengan memproses semua bagian gambar pada waktu yang sama, gambar lain membutuhkan focused attention dengan masing-masing item dalam memproses gambar satu waktu.

a. Preattentive Processing dan Focused Attention

Tingkat pertama teori ini adalah preattentive processing, termasuk registrasi otomatis gambar menggunakan parallel processing melewati bidang. Preattentive processing, secara relative merupakan jenis level rendah pemrosesan.

Tingkat kedua adalah focused attention, termasuk seri pemrosesan di mana objek diidentifikasi sekali. Focused attention jenis pemrosesan yang lebih diminta, dibutuhkan ketika objek lebih kompleks. Jika gambar terisolasi diproses secara otomatis pada preattentive processing, kemudian orang harus bisa secara cepat menempatkan target diantara yang lain. Contohnya, partisipan mencari lingkaran yang ada garis dan yang tanpa garis. Maka akan lebih mudah mencari lingkaran yang ada garis.

b. Illusory Conjunctions

Illusory conjunction adalah ketidaktepatan kombinasi gambar, mengkombinasikan satu bentuk objek dengan warna objek yang berdekatan. Contohnya, seseorang yang melihat X berwarna merah dan O berwarna hijau akan menyebutkan telah melihat O merah. Ketika stimulus ini dihilangkan dari fokus atensi, gambar objek menjadi tidak menempel dari yang lain dan akan dikombinasi ulang secara acak.

Dasar Biologis dari Atensi

William James menyebutkan teknik awal yang menunjukkan imajinasi pencetus dari teknik penggunaan cerebral blood-flow dalam PET modern-day. Teknik kedua telah mengidentifikasi jaringan jaringan dari area yang melewati otak yang mendapat bermacam-macam atensi. Contohnya, ketika atensi dibutuhkan untuk mendeteksi target dalam sebuah situasi termasuk interferensi adalah pengaktifan area diantara bagian depan kortex serebral.

Jaringan posterior atensi yang bertanggung jawab untuk macam-macam atensi termasuk pencarian visual, termasuk struktur terpendam dalam pusat otak seperti bagian penutup luar otak yang disebut kortex parietal.

Kebanyakan peneliti menggunakan teknik regional cerebral blood-flow, menukar aliran darah yang mengindikasikan aktivitas neural. Kortex parietal menunjukkan peningkatan aliran darah ketika orang memperhatikan pada sebagian lokasi.

Metode penting lain pada penelitian dasar biologis dari atensi termasuk studi klinis orang yang terluka, atau kerusakan spesifik otak yang disebabkan oleh struk, kecelakaan atau trauma lain. Orang yang mengalami kesulitan mengingat stimulus visual baru pada daerah parietal bagain hemisfer kanan otak terlihat pada nagian kiri pada dibidang visual mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.