Lompat ke konten
Home » Sosial Politik » Ciri-ciri, Karakteristik, Peran Masyarakat Sipil

Ciri-ciri, Karakteristik, Peran Masyarakat Sipil

  • oleh

Ciri-ciri Masyarakat Sipil menurut Larry Diamond

  • Memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan publik, bukannya tujuan privat.
  • MASYARAKAT SIPIL dalam beberapa hal berhubungan dengan negara, tapi tidak berusaha merebut kekuasaan dari negara (tidak berusaha mengendalikan politik secara menyeluruh). MASYARAKAT SIPIL bisa bersasaran mereformasi struktur kekuasaan (misal : dari otoriter menjadi demokratis), tapi tidak mengambil alih kekuasaan.
  • Mencakup pluralisme/keberagaman, dalam arti tidak berkehendak menendang para pesaingnya dan mengklaim sebagai satu-satunya yang benar.
  • Tidak berusaha menampilkan seluruh kepentingan pribadi atau komunitas.

Karakteristik MASYARAKAT SIPIL yang demokratis

  • Secara internal juga harus menerapkan prinsip-prinsip demokrasi (partisipasi, transparansi, rotasi kepemimpinan, dll).
  • Tujuan dan metode gerakan yang demokratis pula. Jika ada kelompok yang berusaha menaklukkan negara dan para pesaingnya, atau menolak rule of law dan otoritas negara demokrasi, maka ia bukan MASYARAKAT SIPIL.
  • Level pelembagaan dan keorganisasiannya, dalam arti organisasi MASYARAKAT SIPIL idealnya punya tujuan, struktur, dan identitas organisasi (mencakup visi,misi,strategi,dll) yang dipegang bersama para anggotanya.
  • Menghargai pluralisme/keberagaman.
  • Kesolidan, dalam arti adanya suatu wacana bahwa organisasi MASYARAKAT SIPIL bisa menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan MASYARAKAT SIPIL, sehingga menghasilkan pula budaya politik yang demokratis.

Peran MASYARAKAT SIPIL dalam mewujudkan demokrasi yang terkonsolidasi

  • Melakukan kontrol atas kekuasaan negara dan menumbuhkan institusiinstitusi demokratis sebagai sarana untuk menerapkan kontrol tersebut.
  • Melengkapi peran Parpol dim merangsang partisipasi politik, meningkatkan efektivitas dan keterampilan berdemokrasi warga negara, mendorong kewajiban dan hak warga negara yang demokratis.
  • Melakukan pendidikan demokrasi.
  • Merekrut dan melatih para pemimpin politik baru.
  • Menyebarluaskan informasi.
  • Banyak organisasi MASYARAKAT SIPIL yang berhasil mengembangkan aneka teknik mediasi dan resolusi konflik.
  • MASYARAKAT SIPIL yang dinamis melahirkan penghormatan warga pada negara dan keterlibatan positif dengan negara (meningkatnya wacana dan praktik yang menekankan pada akuntabilitas, responsivitas, inklusivitas, dan efektivitas, pada akhirnya akan menghasilkan suatu negara yang legitimated di hadapan warganya).

Urgensi Pemberdayaan Masyarakat Sipil

  • Marginalisasi MASYARAKAT SIPIL telah berlangsung lama, mereka mengalami kemiskinan struktural ketika berhadapan dengan (pemerintah) yang cenderung mempertahankan kekuasaannya, masyarakat politik (Parpol) yang lebih berorientasi memperoleh kekuasaannya daripada memperhatikan kepentingan konstituennya, dan masyarakat ekonomi (pengusaha) yang lebih berorientasi pada pasar untuk memperoleh keuntungan yg sebesarbesarnya.
  • Perspektif MASYARAKAT SIPIL menawarkan gerakan pemberdayaan yang terorganisir dan sistematis, dalam arti perjuangan mereka tidak tercerai-berai namun merupakan kesatuan yang memiliki visi-misi bersama yang jelas dan dikelola secara demokrartis puja, baik secara internal (kesetaraan, partisipasi, transparansi, dll) maupun eksternal (menghargai pluralisme).
  • Gerakan MASYARAKAT SIPIL bukan bertujuan untuk kepentingan kelompoknya semata namun untuk kepentingan bersama, bisa mereformasi struktur kekuasaan tapi tidak untuk merebut jabatan dalam kekuasaan itu sendiri.
  •  Upaya mewujudkan MASYARAKAT SIPIL yang demokratis ini akan berdampak pada terwujudnya negara yang demokratis.
  • Dari masa ke masa keberadaan MASYARAKAT SIPIL selalu dibutuhkan sebagai alat control untuk selalu mewujudkan sebuah tatanan yang demokratis, tidak ada lagi struktur penindasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.