Lompat ke konten
Home » Kehutanan » Bahan Pengawet Kayu dengan Larut Air

Bahan Pengawet Kayu dengan Larut Air

  • oleh
  • September 29, 2020September 29, 2020

Bahan pengawet kayu dengan larut air yaitu bahan pengawet yang dalam penggunaannya diperlukan air sebagai pelarutnya. Bahan pengawet ini terdiri atas 4 golongan: golongan TCA (Tembaga-Chrom-Arsen) yaitu bahan pengawet yang mengandung tembaga, chrom dan arsen, golongan TCB (Tembaga-Chrom-Boron), golongan TCF Tembaga-Chrom-Fluor) dan golongan BFCA (Boron-Fluor-Chrom-Arsen). Nama nama bahan pengawet dalam perdagangan, komposisi dan bentuk formulasinya disaj ikan pada tabel berikut. Dari keempat golongan di atas hanya golongan TCA saja yang tahan terhadap pencucian, sedangkan lainnya agak tahan terhadap pencucian.

Hidrokarbon yang mengandung Cl, seperti chlordan, dieldrin dan lindan me-rupakan insektisida yang efektif untuk mengobati tanah terhadap rayap. Jenis-jenis bahan pengawet lain khusus untuk rayap adalah yang mengandung chlorpirifos seperti Lentrek 400 EC, bahan aktif cypermetrin seperti Cypermetrin 100 EC, Premise 200 SL dan Crown 100 EC, bahan aktif alfametrin seperti Steadfast dan bahan aktif hexaflumuron seperti Sentricon.

Bahan pengawet dengan pelarut air relatif lebih bersih dan kayunya dapat dicat kembali dan tidak berbau. Umumnya bahan pengawet ini harus digunakan pada suhu rendah, maksimum suhu 70° C karena tidak stabil pada suhu tinggi. Bahaya api juga berkurang dibandingk Ian dengan bahan pengawet minyak atau dengan pelarut minyak.

Tabel Bahan Pengawet, Komposisi dan Formulasi

Sumber: Martawijaya, A. dan S. Abdurrohim. 1984. Spesifikasi Pengawetan Kayu untuk Perumahan. PPPHH Bogor

Di negara maju seperti Eropa dan Amerika,

Jenis-jenis bahan pengawet dengan pelarut air sebagai berikut:

Acid Copper Chromate (ACC) atau dinamakan Celcure, terdiri atas 31.8% CuO dan 68,2% asam chromiat. CuO dapat diganti CuSO4 dan asam chromiat dapat diganti K2Cr2O7 atau Na2Cr2O7. Bahan pengawet ini efektif terhadap cendawan dan rayap dan efektif terbatas terhadap cacing-cacaing kapal.
Ammonoacal Copper Arsenite (ACA), disebut pula Chemonite, terdiri atas 49,8% CuO atau CuOH, 50,2% As203 atau As205 dan 1,7% asam asetat. Bahan pengawet ini efektif terhadap cendawan dan efektif terbatas terhadap cacing-cacing kapal, kecuali pholad.
Chromated Copper Arsenate (CCA). Terdapat 3 tipe dengan komposisi seperti pada tabel berikut.

Tabel : Komposisi Bahan Pengawet CCA

Tipe 1. Tanalith, garam hijau atau erdalith, efektif terhadap cendawan dan rayap, efektif terhadap Limnoria dan Teredo.
Tipe II. Boliden K-33, efektif terhadap cendawan dan rayap. Tipe III. Wolman CCA, efektif terhadap cendawan dan rayap.

Chromated Zinc Chloride (CZC), Bahan pengawet ini tersusun atas garam chromat dan Seng khlorida, moderat terhadap cendawan dan rayap, tetapi mengham-bat api.

Fluor-Chrome-Arsenate-Phenol (FLAP), efektif terhadap cendawan, rayap dan cacing-cacing kapal.
Dari jenis-jenis bahan pengawet di atas, ACC, ACA dan CCA tahan terhadap pencucian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.