Lompat ke konten
Kategori Home » Kesehatan Masyarakat » Apa itu Kedokteran Keluarga ?

Apa itu Kedokteran Keluarga ?

  • oleh

Dokter keluarga adalah setiap dokter yang menjalankan upaya dalam bidang kedokteran dan kesehatan dan memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan khusus di bidang Kedokteran Keluarga dan mempunyai wewenang untuk menjalankan prakitik dokter keluarga sesuai dengan legitimasi pendidikannya (PDKI, 2003).

Menyimak definisi tersebut di atas, maka terlihat bahwa dokter keluarga sebenarnya adalah dokter yang menerapkan 5 tahap pencegahan dalam Ilmu Masyarakat (IKM), yaitu prinsip Promotif, Preventif, Protektif, Kuratif dan Rehabilitatif, sebab secara nyata dikatakan bahwa dokter keluarga itu menjalankan upaya-upaya dibidang kedokteran dan kesehatan.

Peran Dokter Keluarga

Sebenarnya gagasan mengenai Dokter Keluarga ini diawali oleh berbagai sebab, diantaranya adalah tingginya biaya pelayanan kesehatan serta rendahnya kualitas pelayanan kesehatan yang dapat diberikan oleh dokter.

Keluhan-keluhan tersebut di atas terjadi karena inflasi terus saja terjadi, sementara di lain pihak kebutuhan masyarakat alam pelayanan kesehatan terus meningkat. Dengan denikian tarik-ulur inilah yang membuat munculnya gagasan tentang perlunya ada pemberi pelayanan kesehatan yang lebih bermutu, namun murah.

Sejalan dengan terjadinya Transisi Demografi dan Transisi Epidemiologi di Negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, maka terjadilah perubahan pola penyakit, yaitu munculnya penyakit-penyakit non infeksi yang mampu rnenggeser dominasi penyakit-penyakit infeksi.

Hubunan antara dokter dengan pasien kini juga telah mengalami perubahan, yaitu pada jaman dahulu dokter benar-benar memberikan pelayanan medis secara keseluruhan dan nyaris non profit, maka kebalikannya pada jaman sekarang mutu medis itu amat rendah, biaya yang harus dibayar mahal, lagi pula dokter kurang untuk mendengarkan keluhan pasien. Dengan demikian wajar bila kemudian harapan akan datangnya dokter keluarga dengan segala kelebihan yang dibawanya.

Pendidikan Dokter Keluarga

Siapakah Dokter Keluarga itu? Apakah seorang dokter umum? Seorang dokter spesialis? Apakah dokter keluarga itu seorang Magister Kesehatan?

Kiranya pertanyaan ini Hingga saat ini jawaban terhadap pernyataan ini belum ada, sebab yang tampak adalah kesimpangsiuran semata. Sebagai contoh adalah pendidikan dokter keluarga di Amerika Serikat menghasilkan seorang dokter spesialis Family

Medicine, namun misalkan Australia, Pakistan, India, Afrika dan lain-lainnya, maka hasil pendidikan dokter keluarga disana menghasilkan seorang General Practitioner atau dokter umum.

Di Indonesia hingga saat ini masih terjadi tarik ulur, yaitu bila pihak Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia bersama Direktorat Jenderal Pembinaan

Kesehatan Masyarakat menginginkan agar dokter keluarga adalah dokter umum, namun kenyataannya beberapa Perguruan Tinggi menginginkan yang lain, sebagai conoh ada Perguruan Tingi yang akan menghasilkan dokter umum yang berorientasi pada dokter keluarga (S-1), namun ada juga Perguruan Tinggi yang mendidik Magister Dokter Keluarga (S-2), namun dalam praktik ternyata lulusan S- 2 Dokter Keluarga itu dalam hidup sehari-hari tetap saja melakukan praktek sebagai dokter umum.

Mungkinkah dokter keluarga itu seorang spesialis? Atau mungkinkah dokter keluarga itu cukup berlatar belakang pendidikan Diploma Dokter Keluarga yang ditempuh sesudah menamatkan S-1 dokter umum? Kiranya itulah permasalah pendidikan Dokter Keluarga yang mestinya dipahami agar dapat ditemukan penyelesainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *