Lompat ke konten
Kategori Home » Ilmu Psikologi » Pengertian Perilaku (Pemahaman tentang teori fenomena perilaku)

Pengertian Perilaku (Pemahaman tentang teori fenomena perilaku)

  • oleh

Perilaku manusia dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Perilaku individu merupakan aktifitas atau tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya yang kemudian berinteraksi dengan lingkungannya dan menggerakan dirinya untuk bertingkah laku.

Perilaku kelompok adalah kegiatan atau tindakan beberapa orang dalam tempat dan waktu yang sama selain dipengaruhi oleh faktor di dalam dirinya juga dari luar yang menggerakkan untuk bertingkah laku (Grigham, 1995).

Pengertian perilaku menurut Parson (1996) adalah motivasi dasar perilaku manusia yang dikondisikan dan diwarnai oleh keanekaragaman subsistem lingkungan. Subsistem psikologi merupakan batas perilaku manusia yang dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin. Subsistem kultural adalah subsistem yang menyangkut nilai, norma, tradisi dan kepercayaan sebagai batas perilaku individu.

Subsistem sosial adalah subsistem yang menyangkut perilaku kelompok yang dipengaruhi oleh budaya tertentu yang memberikan dampak terhadap peran individu dalam kelompok maupun tanpa kelompok. Subsistem personalitas merupakan subsistem yang komplek terhadap kecenderungan aksi seperti opini dan sikap yang menimbulkan aksi masing-masing individu terhadap lingkungan yang unik. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor psikologi, kelompok sosial dan budaya yang ada.

Menurut teori medan dari Lewin (1951) perilaku merupakan suatu fungsi dari interaksi antara kepribadian individu (kebutuhan, nilai-nilai dan perasaan) dan lingkungan yang diamatinya atau ruang hidup. Ruang hidup tersebut didefinisikan terutama dari segi sosial dan budaya dalam lingkungan tertentu.

Barker (1968) menyatakan pengertian psikologi ekologi lebih terfokus pada konteks objektif perilaku sebagaimana dipertentangkan dengan ruang yang dipersepsikan secara personal. Barker lebih melihat pada bentuk-bentuk perilaku yang dibatasi oleh ruang tertentu yang akan mempengaruhi perilaku manusia yang mengunakan ruang tersebut.

Murray (1938) menjelaskan model kebutuhan individu dan tekanan lingkungan. Hal itu diistilahkan sebagai tekanan atau press yang menunjukkan tekanan lingkungan yang mempengaruhi perilaku manusia misalnya mendapatkan kecaman dan menghadapi persaingan di suatu lingkungan tertentu.

Sejumlah konsep yang saling berkaitan sering dijumpai dalam pembahasan tentang psikologi lingkungan meliputi ruang personal, privasi, teritorialitas dan kepadatan (Altman, 1975; Freedman,1975; Hayduk, 1978 dan Ittelson,1974) Semua gagasan tersebut telah dipelajari dalam penelitian terhadap perilaku hewan, baik melalui observasi empiris (lapangan) maupun uji eksperimentasi laboratori yang terkontrol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *