DEMOCRACY Dan POST-ENLIGHTENMENT CRITICISM
Sebagai gagasan, model ataupun konsep pemikiran demokrasi merupakan bagian penting dari sebuah proyek besar sejak abad pertengahan yang bernama Enlightenment. Dalam hal ini penggagas demokrasi—seperti umumnya para filosof Enlightenment—mempertimbangkan semua umat manusia sebagai indefinitely perfectible. Setiap orang dianggap memiliki kecakapan untuk membimbing dirinya sendiri melalui kemampuan mengembangkan kapsitas reason-nya. Reason kemudian dianggap sebagai sesuatu yang sama bagi all thinking sbjects, all nations, all epochs and all cultures.
Selengkapnya »DEMOCRACY Dan POST-ENLIGHTENMENT CRITICISM