Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » Teori-teori atensi

Teori-teori atensi

  • oleh

a. Teori Pertama Atensi

Teori pertama atensi menekankan bahwa orang sangat terbatas dalam sejumlah informasi yang dapat mereka proses pada satu waktu. Konsep teori ini seperti bottleneck. Teori ini terbatas pada kuantitas informasi yang dapat kita perhatikan. Ketika satu pesan diterima, maka pesan lain akan menghilang. Teori bottleneck ini mengganggap lemah fleksibilitas atensi manusia.

b. Automatic Versus Controlled Processing

Walter Schneider dan Richard Shiffirin telah mengemukakan dua level memproses atensi yang relevan, automatic processing dan controlled processing. Automatic processing dapat digunakan pada tugas mudah termasuk item berat yang sudah biasa dilakukan. Controlled processing harus digunakan pada tugas sulit atau item tugas yang tak biasa dilakukan. Automatic processing bersifat parallel, kita dapat mengerjakan dua atau lebih item pada satu waktu. Sedangkan controlled processing bersifar seri, hanya satu item dapat dikerjakan pada satu waktu. Contohnya, seseorang harus menyebutkan untuk menemukan gambar pada empat target, B, P, Q, dan Y. Kemudian semua ukuran set target dan item nomor pada gambar bermacam-macam.

Bagian yang sulit adalah “varied-maping condition”, item set target dan item yang tidak relevan semuanya berasal dari satu kategori. Contohnya, seseorang harus mencari kata-kata, dengan item yang tidak relevan kata-kata juga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan adalah berbeda untuk dua mapping condition. Yang lebih mudah, consistent-mapping condition, waktu pembukaan adalah variabel yang mempengaruhi keakuratan, orang akan lebih akurat ketika mereka melihat masing-masing frame lama. Orang juga akan seakurat jika ada empat huruf atau nomor pada masing-masing frame sama ketika hanya ada satu huruf atau nomor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.