Lompat ke konten
Kategori Home » Ilmu Psikologi » Social Comparison dalam Ilmu Psikologi

Social Comparison dalam Ilmu Psikologi

  • oleh

Manusia pada dasarnya ingin bergabung dengan lingkungan sosialnya. Lingkungan yang berpengaruh adalah yang terdekat seperti keluarga, sekolah dan masyarakat.

Tidak semua pengaruh membawa dampak yang negatif, tinggal bagaimana  individu  menerima  dan  mengadaptasikan  dalam kehidupannya. Bagi yang bijak dan matang akan membuat pertimbangan pengaruh   boleh   membina   perubahan positif dan membina dalam kehidupannya.

Perbandingan sosial dari Festinger (1950, 1954) yaitu proses saling mempengaruhi & perilaku saling bersaing dalam interaksi sosial yang ditimbulkan oleh adanya kebutuhan untuk menilai  diri  sendiri (self  evaluation).  Kebutuhan  ini  dapat dipenuhi dengan membandingkan diri dengan orang lain. Ada dua hal yang dibandingkan:

Pendapat (opinion)

A berbeda pendapat dengan B, bisa saja A yang mengubah B  atau  sebaliknya.  Perubahan  pendapat  lebih  mudah terjadi daripada perubahan kemampuan.

Kemampuan (ability)

Dalam   perbandingan   kemampuan   terdapat   dorongan searah menuju keadaan yang lebih baik atau kemampuan  yang lebih tinggi. A mampu mendapat nilai 100, B mendapat nilai 70, maka B merasa harus meningkatkan kemampuan agar dapat mendekati A.

Dalam proses perbandingan manusia cenderung memilih orang sebaya atau rekan sendiri untuk menjadi perbandingan. Untuk mendapatkan  penilaian  yang  seimbang,  tidak  berat  sebelah terhadap apa yang telah dilakukannya.

Jika perbedaan pendapat atau kemampuan dalam kelompok terlalu  besar ada  kecenderungan  untuk  menghentikan perbandingan tersebut.

Perbedaan karena kemampuan akan menjadi ajang kompetitif (kompetisi)   yang   positif.   Tapi   penghentian perbandingan karena perbedaan pendapat akan diikuti perasaan bermusuhan atau kebencian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *