Lompat ke konten
Home » Pendidikan » Sasaran Belajar

Sasaran Belajar

  • oleh

Ada banyak pendekatan berbeda untuk menulis sasaran; bagaimanapun, semua asumsi bahwa langkah pertama adalah dengan memutuskan perubahan apakah yang dapat mengambil tempat di siswa-apakah tujuan mengajar. Suatu sasaran pembelajaran adalah suatu deskripsi jelas dan tidak mendua dari tujuan pendidikan guru bagi siswa.

Rober Mager telah mengembangkan barangkali sistem yang sangat influensial untuk menulis sasaran behavioral. Ideanya adalah bahwa sasaran dapat menggambarkan apakah siswa dapat melakukan dengan demonstrasi prestasi mereka dan bagaimana seorang guru dapat mengetahui kapan siswanya berhasil (Mager, 1975). Menurut Mager, suatu sasaran yang baik memiliki tiga bagian:

  • Sasaran menggambarkan perilaku siswa yang diharapkan – apa yang harus siswa lakukan?
  • Sasaran mendaftarkan kondisi di bawah mana perilaku dapat terjadi – bagaimana perilaku ini diakui atau dites?
  • Sasaran memberikan kriteria untuk kinerja yang dapat diterima pada perilaku – bagaimana baiknya siswa melakukan?

Mager menganjurkan bahwa siswa sering mengajar diri mereka-sendiri jika mereka diberikan sasaran yang dinyatakan-baik.

Apakah sasaran berguna? Sasaran dapat berguna, tetapi hanya di bawah kondisi tertentu. Pertama, sasaran lebih berhasil dalam memperkembangkan belajar dengan aktivitas terstruktur dengan longgar seperti kuliah, film, dan projek penelitian. Dengan materi terstruktur seperti pengajaran terprogram, sasaran nampaknya kurang berguna (Tobias dan Duchastel, 1974). Kedua, jika signifikansi informasi tidak jelas dari materi  belajar dan aktivitas diri mereka-sendiri, sasaran pembelajaran fokus atensi siswa dan oleh karena itu prestasi meningkat (Duchastel, 1979). Apabila tugas itu, bagaimanapun, singkatnya adalah memberikan inti sari dari suatu paket atau mentrasfer informasi terhadap suatu situasi baru, sasaran kurang efektif. Dalam situasi ini, adalah terbaik dengan menggunakan pertanyaan yang fokus pada makna dan juga menyisipkan pertanyaan benar sebelum paket itu dibaca (Hamilton, 1985).

Hingga kini banyak sekolah masih membutuhkan guru untuk melengkapi rencana pelajaran yang mencakup sasaran belajar. Sasaran belajar yang baik, di mana sasaran dan langkah-langkah secara jelas dipetakan, dapat bermanfaat dan mempertinggi belajar. Sasaran tidak hanya digunakan di kelas terhadap siswa; administrator telah menggunakannya untuk berbagai derajat keberhasilan. Manajemen dengan sasaran dan membuat tujuan (Locke dan Latham, 1990) merupakan usaha organisasi dengan menggunakan teori behavioral untuk memperbaiki kinerja.

Apabila sasaran dan makna untuk mencapainya jelas, bagaimana siswa juga dapat belajar? Pendekatan belajar tuntas konsisten dengan prinsip-prinsip behavioral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.