Lompat ke konten
Home » Ekonomi » Pengertian Biaya Diferensial dan Contohnya

Pengertian Biaya Diferensial dan Contohnya

  • oleh
  • Juni 18, 2021Juni 18, 2021

Studi Biaya Diferensial adalah analisis yang menentukan tingkat diinginkannya suatu proyek atau aktivitas yang durasinya tidak melebihi satu tahun. Jika manfaat diferensial yang diperkirakan dari suatu tindakan melebihi biaya diferensial yang diperkirakan, maka tindakan tersebut sebaiknya diambil.

Biaya diferensial adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan suatu usulan proyek atau memperluas aktivitas yang telah dilakukan. Biaya diferensial sering kali disebut dengan biaya marginal oleh ekonom dan sebagai biaya incremental oleh insinyur industrial.

Biaya diferensial meliputi semua pengeluaran tunai yang diperlukan, baik tetap maupun variabel. Pengeluaran kas yang diperlukan sering kali disebut sebagai biaya tunai. Secara serupa, biaya diferensial dapat dianggap sebagai pengeluaran yang dapat dihindari bila mengabaikan atau menghentikan proyek atau aktivitas tersebut.

“Dalam hal ini, biaya tersebut disebut sebagai biaya yang dapat dihindari.”

Biaya diferensial tidak termasuk biaya tertanam (sunk cost) atau biaya tetap  yang dialokasikan. Biaya tertanam yang tidak dapat kembali; contohnya adalah kelebihan nilai buku atas nilai sisanya. Biaya tetap yang dialokasikan tidak berubah sebagai akibat menerima atau menolak proyek atau aktivitas yang sedang dievaluasi; contohnya adalah supervise pabrik dan penyusutan bangunan.

Karena biaya tertanam tidak dapat kembali dank arena biaya tetap yang dialokasikan tidak dipengaruhi oleh keputusan jangka tersebut, maka biaya-biaya itu tidak relevan bagi pengambilan keputusan jangka pendek.

Contoh-contoh Biaya Diferensial

Biaya diferensial bersifat jangka pendek. Studi ini tidak berfungsi untuk perencanaan strategis karena studi tersebut mengabaikan dampak jangka panjang dari

keputusan. Dalam jangka panjang, semua biaya harus dapat ditutup atau perusahaan tidak akan menjadi untung, dan jika perusahaan tidak untung, maka perusahaan tidak dapat bertahan dalam jangka panjang. Untuk pengambilan keputusan mengenai penetapan harga produk dan bauran produk jangka panjang, perhitungan biaya berdasarkan aktivitas memberikan informasi berguna. Tetapi, untuk proyek atau aktivitas yang jangka waktunya tidak mel;ampui periode sekarang, studi biaya diferensial memberikan informasi yang relevan.

Contoh-contoh pengambilan keputusan yang memperoleh manfaat dari analisis biaya diferensial adalah sebagai berikut:

  1. Menerima atau menolak pesanan pelanggan
  2. Mengurangi harga dari satu pesanan khusus
  3. Mengurangi harga di pasar yang kompetitif
  4. Mengevaluasi alternatif buat atau beli
  5. Memperluas, menutup, atau menghilangkan suatu fasilitas
  6. Meningkatkan, memotong, atau menghentikan produksi dari produk tertentu
  7. Menentukan apakah akan menjual atau memproses lebih lanjut
  8. Memilih di antara alternatif rute dalam produksi produk
  9. Menentukan harga maksimum yang akan dibayarkan untuk bahan baku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.