Lompat ke konten
Home » Arsitektur » Penangkal Petir

Penangkal Petir

  • oleh

Prinsip Umum Penangkal Petir

Penangkal petir diperlukan sebagi antisipasi bangunan terhadap gangguan yang mungkin timbul akibat petir. Pada prinsipnya Instalasi Penangkal Petir ialah suatu sistem instalasi dengan komponen-komponen dan peratatan-peralatan yang secara keseluruhan berfungsi untuk menetralisir udara di sekitar bangunan agar tidak terjadi petir, sehingga semua bagian dari bangunan beserta isinya atau bendabenda disekelilingnya terllindungi/terhindar dari bahaya sambaran petir.

Terjadinya Petir

  • Petir terjadi karena adanya beda potensial pada jenis awan tertentu. Di Indonesia umumnya terjadi pada awan Cumulus Nimbus (CB). Awan Cumulus Nimbus dapat berdimensi hingga ketinggian 7,5 km dan berpenampang 1,5 km.
  • Petir terjadi melalui dua proses, yaitu melalui sambaran perintis dan sambaran batik.  Petir  dapat  terjadi  sempurna  apabila  kedua  sambaran  tersebut  terjadi. Sambaran perintis terjadi pada awan Cumulus Nimbus bagian bawah dengan bumi, maka terjadi petir sempurna.
  • Dari  proses  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  untuk  menghindarkan  terjadinya  petir disekitar  bangunan,  perlu  proses  netralisasi  muatan  listrik  pada  udara  sekitar bangunan sehingga tidak terjadi beda potensial muatan listrik. Cara menetralisir-nya ialah dengan menyamakan muatan di sekitar bangunan dengan muatan bumi.

Bagian Bagian Penangkal Petir

Instalasi Penangkal Petir ini terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:

1.  Penghantar di atas tanah, ialah penghantar yang dipasang di atas atap sebagai penangkap petir, berupa elektroda logam yang dipasang tegak dan elektroda logam yang dipasang mendatar.

2.  Penghantar pada dinding atau di dalam bangunan, sebagai penyalur arus petir ke tanah yang terbuat dari tembaga, baja galvanised atau alumunium.

3.  Elektroda-elektroda tanah, seperti :

a.Elektroda pita (stripe), yang ditanam minimum 0,5-1,0 meter dari permukaan tanah.

b.Elektroda batang, dari pipa atau besi baha profit yang dipancangkan tegak lurus dalam tanah sedalam sekitar 2 meter.

c.Elektroda pelat, ditanam minimum 50 cm dari permukaan tanah.

Faktor faktor yang perlu Dipertimbangkan Dalam Installasi Penangkal Petir

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan dan memasang sistem penangkal petir adalah:

  • Keamanan secara teknis, tanpa mengabaikan faktor keserasian Arsitektur, perhatian urama harus ditujukan kepada diperolehnya nilai perlindungan terhadap sambaran petir yang efektif.
  • Penampang hantaran-hantaran pentanahan yang digunakan.
  • Ketanahan mekanis.
  • Ketahanan terhadap korosi.
  • Bentuk dan ukuran bangunan yang dilindungi.
  • Faktor ekonomis.

Tempat-tempat yang tidak terhindar dari sambaran petir:

  • Tempat yang basah dan berair.
  • Tempat yang terbuka seperti lapangan.
  • Pohon-pohon yang tinggi.
  • Daerah pinggiran hutan.
  • Bangunan yang tinggi dan tidak dilengkapi dengan instalasi penangkal petir.
  • Transformator pada gardu induk listrik.

Tempat-tempat yang terhindar dari sambaran petir, antara lain:

  • Bangunan yang dilengkapi dengan instalasi penangkal petir.
  • Kendaraan yang mempunyai karoseri baja.
  • Dalam hutan yang pohon-pohonnya hampir sama tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.