Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » METODE DAN TEKNIK FASILITASI

METODE DAN TEKNIK FASILITASI

  • oleh

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Orang Dewasa (Pod)

1. Mengarahkan diri sendiri.

Orang dewasa mampu membagi tanggung jawab untuk pembelajaran yang telah mereka pelajari karena mereka sudah mengetahui kebutuhannya sendiri.

2. Memenuhi kebutuhan langsung.

Motivasi untuk belajar akan lebih tinggi kalau pembelajaran tersebut membantu warga belajar mengatasi kebutuhannya langsung.

3. Secara partisipatif.

Partisipasi dalam proses pembelajaran adalah bersifat aktif, bukannya pasif.

4. Secara pengalaman.

Pembelajaran yang paling efektif adalah berasal dari “pengalaman” yang dibagikan antar warga belajar, bahkan seringkali fasilitator belajar dari peserta/warga belajar.

5. Secara reflektif.

Pembelajaran yang maksimal dari suatu pengalaman, terjadi kalau seseorang memanfaatkan waktunya untuk refleksi, membuat kesimpulan dan keputusan, dan membuat prinsip untuk aplikasi dalam pengalaman yang sama di masa yang akan datang.

6. Memberikan umpan balik (feedback).

Pembelajaran yang efektif memerlukan umpan balik yang bertujuan untuk memperbaiki dan mendukung.

7. Menghormati warga belajar.

Saling menghormati dan saling percaya antara fasilitator dan warga belajar akan mendukung proses pembelajaran.

8. Memberikan suasana lingkungan yang aman.

Seseorang yang belajar dalam suasana senang dan santai akan lebih mudah belajar daripada seseorang yang merasa takut atau marah.

9. Dilakukan di tempat yang nyaman.

Seseorang yang lelah, lapar, kedinginan, sakit atau merasa tidak nyaman, tidak akan dapat belajar secara efektif dan maksimal.

PERBANDINGAN PEDAGOGY (PENDIDIKAN DI SEKOLAH) DENGAN ANDRAGOGY (PEMBELAJARAN ORANG DEWASA)

KETERANGAN PEDAGOGY ANDRAGOGY

PERAN PESERTA

• Ikut peraturan.

• Menerima secara pasif.

• Menerima informasi.

• Punya sedikit tanggung jawab untik belajar.

• Menawarkan gagasan berdasarkan pengalaman.

• Terlibat secara aktif.

• Punya tanggung jawab untuk proses belajar.

MOTIVASI BELAJAR

• Motif eksternal (dari luar diri sendiri), misal dari pemerintah, keluarga, tradisi.

• Peserta (pelajar) tidak melihat manfaat secara langsung.

• Motif internal (dari dalam diri sendiri).

• Peserta (warga belajar) melihat manfaat secara lansung.

PILIHAN ISI

• Guru mengendalikan.

• Pelajar tidak punya (atau hanya sedikit) pilihan.

• Berdasarkan permasalahan hidup atau pekerjaan yang dilakukan dengan pengungkapan oleh warga belajr.

FOKUS METODE

• Member informasi.

• Membagi dan membangun pengetahuan dan pengalaman.

Siklus (Daur) Pembelajaran Orang Dewasa (POD)

Siklus pembelajaran menghendaki warga belajar untuk melewati empat langkah proses belajar. Pembelajaran yang efektif menghendaki kemampuan untuk menggunakan/menerapkan (langkah ke-4) sesuatu yang dipelajari di langkah ke-3 (Generalisasi), di mana warga belajar membangun prinsip berdasarkan analisis dari langkah ke-2 (Refleksi) dan dari pengalaman yang telah dilakukan pada langkah ke-1 (Pengalaman).

Langkah ke-1: Pengalaman langsung = Warga belajar mengidentifikasi pengalaman masing-masing yang bisa menjadi informasi barabagi yang lain.

Peran Fasilitator:

• Membantu peserta untuk mengeksplorasi pengalamannya.

• Meningkatkan perhatian peserta agar lebih aktif, misal dengan memanfaatkan flip charts, OHP, dll.

Langkah ke-2 : Merefleksikan Pengalaman tersebut = Warga belajar mengelola dan mengatur informasi yang dikembangkan pada langkah ke-1 (Pengalaman Langsung). Peserta menganalisis pengalaman itu sebagai informasi yang akan dikembangkan menjadi suatu “pembelajaran” pada

langkah ke-3.

Peran Fasilitator:

• Membantu peserta untuk merefleksikan apa yang telah terjadi pada langkah ke-1, artinya : peserta haras memfokuskan perhatiannya pada arti/makna dari pengalaman.,

• Cara yang efektif adalah dengan menanyakan tentang apa yang terjadi dan reaksi peserta atas pengalaman. Peserta akan saling membagi gagasan dan reaksi mereka.

Langkah ke-3 : Generalisasi Mengenai Pengalaman (atau Menemukan Hikmah Umum dari Pengalaman) = Warga belajar haras menginterpretasikan hal-hal yang didiskusikan pada langkah ke-2 untuk mendapatkan “hikmah” atau “bahan pembelajaran” yang dapat dipelajari. Artinya, bahwa mereka harus melihat informasi (pengalaman) itu dan mengambil keputusan tentang makna untuk dirinya sendiri.

Peran Fasilitator:

• Fasilitator sebagai pemandu bagi warga belajar untuk memfokuskan perhatian pada implikasi yang terjadi pada Pengalaman dan Refleksi agar peserta mengakui bahwa dia belajar sesuatu yang baru.

• Fasilitator haras mempunyai pengetahuan mengenai hal yang dibahas dan mempunyai kredibilitas di mata peserta sebagai sumber informasi yang baik.

Langkah ke-4 : Aplikasi/Penerapan = Agar warga belajar merasa forum mempunyai arti, maka dia haras menghubungkan isi pembelajaran baru dengan keadaan hidup dia sendiri. Pada langkah ini, mereka harus menghubungkan kaitan antara apa yang terjadi pada diskusi dalam foram tersebut dengan dunia nyata. Hikmah yang diperoleh pada langkah ke-3 berisi muatan-muatan yang sering berbeda dengan kenyataan yang dihadapi peserta, sehingga memunculkan ide untuk melakukan sesuatu di langkah ke-4 ini.

Peran Fasilitator:

• Peran utama fasilitator dalam langkah ke-4 ini adalah menjadi semacam Coach (pelatih) para warga belajar. Apabila peserta mencoba untuk memakai keterampilan bara bagi dirinya sendiri, maka fasilitator/pelatih bisa memberikan saran-saran dan menganjurkan mereka untuk mencoba memperbaiki keterampilan bara tersebut. Kunci pertanyaan di langkah ke-4 ini adalah : “Bagaimana saya seharusnya membuat perabahan pada waktu yang akan datang ?”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.