Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » Memori Eksplisit dan Memori Implisit

Memori Eksplisit dan Memori Implisit

  • oleh

Pada penhitungan memori eksplisit dibutuhkan peserta untuk mengingat informasi. Penghitungan yang paling umum pada memori eksplisit adalah dengan recall, di mana para peserta harus mengembangkan item yang telah dipelajari dari awal.

Penghitungan lain dengan recognition, di mana para peserta harus mengidentifikasi item yang mana yang ada pada daftar yang telah muncul pada daftar sebelumnya.

Pengukuran memori implisit membutuhkan peserta untuk menunjukkan sebuah tugas untuk melakukan sesuatu. Memori implisit menunjukkan afek dari pengalaman sebelumnya yang muncul pada perilaku yang tampak, ketika kita tidak membuat usaha yang sadar untuk merecall masa lalu.

Faktor-faktor yang menentukan akurasi :

1.         Efek konteks

2.         Mood

3.         Kongruensi dari mood

4.         Kehalian

Autobiografi memori

– Memori melibatkan pengalaman personal. Memori tentang peristiwa pada kehidupan seseorang seringkali mengandung banyak muatan emosi.

– Memori sanggup bertahan selama bertahun-tahun.

Contohnya, memori tentang tahun pertama kuliah, memori tentang ulang tahun yang paling berkesan.

a. Flashbulb memori

Rekaman gamblang dan relatif permanen tentang situasi peristiwa yang penting, mengejutkan, cenderung tidak terduga, dan melibatkan emosi.

Contoh, bom bali, bencana tsunami.

b. Skemata

Skema merupakan represenasi mental tentang suatu kelas orang, objek, peristiwa, atau situasi.

Contoh, skema makan di restoran mencakup pengetahuan bahwa seseorang biasanya memesan hidangan pembuka, hidangan utama, dan hidangan penutup.

c. Memory for action

Proses yang mencoba mendiskriminasikan antara memori nyata dengan peristiwa pada imajinasi kita.

Contoh, Amir meminjam buku. Amir jelas mengingat bahwa ia sudah mengembalikan buku itu pada Amat. Keesokan harinya, Amir menemukan bahwa buku amat masih di rumah, belum dikembalikan.

d. Eyewitness Testimony (pendapat saksi mata)

Faktor yang mempengaruhi pendapat saksi mata mengenai wajah seseorang meliputi waktu dan perhatian ketika melihat wajah tersebut (apakah ia melihatnya dengan sungguh-sungguh atau hanya sekilas), bias ras, lamanya waktu penyimpanan, dan informasi yang menyesatkan (misleading information).

Ketika informasi yang menyesatkan dikemukakan oleh seorang saksi mata setelah suatu peristiwa terjadi, informasi dari saksi tersebut bisa saja salah, meskipun ia percaya bahwa apa yang dikatakannya benar.

Meningkatkan Memori

Metode Meningkatkan Memori :

1.         Visual Imagery

2.         Metode lokus

3.         Organisasi

a.         chunking

b.         hierarki

c.         teknik huruf pertama

d.         teknik bercerita

Strategi meningkatkan memori :

1.         Bantuan eksternal

2.         Praktek

3.         Pendekatan multimodal

4.         Metamemory

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.