Lompat ke konten
Home » Kehutanan » Kerusakan Abiotik

Kerusakan Abiotik

  • oleh

Lingkungan abiotik secara Iangsung berperanan sebagai faktor tempat tumbuh hutan atau tanaman penyusun hutan. Kelangkaan atau sebaliknya ketersediaan faktor abiotik yang berlebihan dapat menyebabkan penyimpangan atau kerusakan pertumbuhan tanaman.

Penyimpangan kondisi Iingkungan abiotik dapat terjadi secara alami karena penyimpangan musim atau bencana slam dan dapat terjadi karena kesalahan pengelolaan serta budidaya hutan. Lingkungan abiotik juga dapat mempengaruhi interaksi faktor biotik dengan tanaman penyusun hutan.

Karena faktor-faktor abiotik mampu menimbulkan penyimpangan pada tanaman, maka kerusakan tersebut dikenal sebagai penyakit abiotik atau non-infectious disease. Penyakit abiotik merupakan suatu penyakit tanaman yang tidak disebabkan oleh patogen atau makhluk hidup. Gejala dari penyakit abiotik mempunyai ciri-ciri yang khusus tetapi tidak mudah untuk mengenalinya apalagi bila gejalanya timbul bersama-sama dengan gejala lain yang disebabkan oleh jamur patogen atau serangga hams.

Selain itu dalam keadaan lemah karena terkena penyakit abiotik, pohon lebih mudah terserang patogen. Kerusakan abiotik seringkali digolongkan sebagai kerusakan tak menular. Ini membicarakan tentang sistem penyakitabiotik berupa inang dan Iingkungan, dan pembahasan faktor-faktor abiotik dalam bagian ini digolongkan berdasarkan kelompok faktor sesuai dengan karakteristik kerusakan yang terjadi.

Faktor faktor Penyebab Kerusakan Abiotik diantaranya adalah :

1. IKLIM

1. Suhu

2. Kelembaban

3. Komponen penyebab badai

4. Perubahan iklim dan asosiasi cekaman

2. PENYEBAB KIMIAWI

1. Keracunan garam

2. Herbisida dan Silvisida

3. Pencemaran Udara

a. Sifat-sifat polusi udara yang menyebabkan penyakit pada tanaman

b. Sumber polusi udara

c. Perpindahan polutan udara penyebab penyakit tanama

d. Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan tanaman

e. Pengendalian pencemaran udara

Penyakit akibat pencemaran udara pada tanaman dapat dikendalikan dengan jalan :

1. Menghilangkan sumber pencemar

2. Menggunakan varietas tahan

3. Menggunakan bahan kimia pelindung

4. Peramalan peristiwa pencemaran udara

3. PENYEBAB EDAFIK

1. Gangguan kandungan nutrisi mineral

a. Gejala defisiensi unsur hara esensial

b. Fungsi beberapa unsur-unsur esensial :

  • Peranan pH tanah
  • Peranan Patogen

a. Peranan Nutrisi dalam Kejadian Penyakit

b. Pengendalian Defisiensi Unsur Hara

2. Pengaruh Suhu

Suhu tinggi dan Suhu rendah

3. Kelembaban

Dalam hubungannya dengan cekaman air (water stress), tumbuhan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: Hidrofit; Mesofit: Xerofit.

4. Cekaman air

5. Kelebihan air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.