Lompat ke konten
Kategori Home » Sosial Politik » Kelompok Sosial dan Organisasi Sosial

Kelompok Sosial dan Organisasi Sosial

  • oleh

Dalam pembicaraan sehari-hari, kata “organisasi sosial” seringkali dipergunakan untuk menyebut berbagai hal yang berkaitan dengan organisasi yang ada di dalam masyarakat. Sebagai misal, kata “organisasi sosial” seringkali dikaitkan dengan suatu pengertian tentang organisasi yang tidak berorientasi pada pencarian keuntungan.

Contoh dari organisasi sosial dalam pengertian ini misalnya “Palang Merah Indonesia”, karena lembaga ini bermisi kemanusiaan dan tidak mencari keuntungan ekonomi. Selain pengertian ini, masih banyak contoh lain untuk menjelaskan pengertian tentang organisasi sosial yang biasa dipakai anggota masyarakat dalam perbincangan sehari-hari.

Dalam pembahasan mengenai Organisasi Sosial pada bagian ini berbeda dengan pengertian seperti diatas. Demikian juga berbeda dengan beberapa istilah yang berkaitan dengan kata organisasi sosial, misalnya “organisasi social kepemudaan”, “Organisasi sosial kemasyarakatan” maupun “organisasi sosial politik” dan istilah lain yang serupa.

Meskipun menunjuk pada organisasi yang ada di dalam masyarakat, semua istilah ini memiliki makna dan arti yang khusus. Organisasi sosial dalam pembahasan ini merupakan suatu konsep sosiologis yang memiliki makna berbeda dengan berbagai makna dan arti sebagaimana dikemukakan di atas.

Organisasi sosial merupakan suatu konsep yang lazim dipergunakan dalam sosiologi. Meskipun demikian, istilah organisasi sosial telah dipergunakan oleh para ahli dengan arti yang berbeda-beda. Organisasi sosial diartikan sebagai suatu pola atau struktur yang secara relatif stabil, yang berada dalam masyarakat dan merupakan wadah dimana proses pembentukan dan pelestarian suatu struktur dilakukan. Dengan kata lain, organisasi sosial dipandang sebagai suatu struktur sekaligus suatu tempat dimana proses pembentukan struktur dan pelestariannya berlangsung.

Organisasi sosial juga dapat diartikan sebagai suatu pola yang relatif stabil dari hubungan sosial antar individu dan atau kelompok dalam masyarakat atau dalam kelompok, berdasarkan pada suatu sistem peranan sosial, normanorma dan pemaknaan bersama yang menetapkan keteraturan dalam interaksi sosial.

Dalam artian ini, organisasi sosial dipandang sebagai suatu hubungan sosial yang relatif stabil dan terpola sehingga menghasilkan keteraturan dalam interaksi sosial. Arti yang lain dari organisasi sosial adalah suatu jaringan dari hubungan sosial dan kesa-maan orientasi, yang sering dihubungkan dengan struktur sosial dan kebudayaan. Organisasi sosial dapat dilihat sebagai suatu struktur sosial sekaligus suatu tempat dimana proses sosial berlangsung.

Pengertian lainnya, organisasi sosial juga diartikan sebagai suatu kondisi dan suatu proses. Sebagai suatu kondisi, organisasi sosial menunjuk pada suatu struktur dari berbagai macam unit sosial dalam masyarakat, misalnya institusi atau lembaga sosial, asosiasi-asosiasi, kelas-kelas sosial, organisasi-organisasi dan sebagainya. Sebagai suatu proses, organisasi sosial menunjuk pada adanya koordinasi dari berbagai macam unit sosial tersebut. Dari dua pengertian ini nampak bahwa berbagai macam unit sosial yang ada dalam masyarakat tersebut diorganisikan secara bersama-sama dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi utama dari kehidupan sosial.

Organisasi merupakan bagian dari organisasi sosial, sebab selain organisasi juga terdapat berbagai bagian lain dari organisasi sosial, sebagaimana dikemukakan dalam penjelasan di atas. Mengikuti pendapat Etzioni dan Scott, Hall (1991) menyatakan bahwa organisasi merupakan suatu unit sosial atau kelompok manusia yang sengaja dibentuk atau disusun untuk memenuhi suatu tujuan tertentu. Dengan demikian organisasi hanyalah merupakan bagian dari suatu keseluruhan. Terdapat unit sosial atau kategori sosial yang lain dalam suatu organisasi sosial.

Tiap bagian ini tidaklah saling lepas, tetapi terdapat hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain dan secara bersama-sama menjalankan suatu fungsi tertentu. Artinya, bagian-bagian dari organisasi sosial ini tersusun secara sistematis ke dalam suatu jalinan tertentu. Kemudian jalinan ini secara bersama menjalankan berbagai fungsi utama dari kehidupan sosial manusia.

Dari pengertian ini, dapat dipahami bahwa sebagai bagian dari organisasi sosial, keberadaan organisasi jelas memiliki pengaruh pada organisasi sosial dan sebaliknya, organisasi sosial juga memiliki pengaruh terhadap keberadaan organisasi. Demikian pula organisasi memiliki pengaruh terhadap unit sosial lain dalam organisasi sosial, sebaliknya pula unit sosial yang lain, juga memiliki pengaruh terhadap organisasi.

Perubahan dalam unit sosial yang lain, akan berpengaruh terhadap organisasi, demikian pula perubahan pada organisasi, akan berpengaruh pula terhadap unit sosial yang lain dalam organisasi sosial. Secara keseluruhan, perubahan berbagai bagian dari organisasi sosial, dengan sendirinya akan membawa pengaruh terhadap organisasi sosial secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *